SUARAINDO.ID —— Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut memperingati Hari Santri Nasional dengan penuh khidmat dan semangat kebangsaan.
Kegiatan berlangsung di halaman utama kampus IAIH Pancor, mengusung tema Revolusi Santri: Dari Revolusi Jihad Menuju Integritas Digital dan Akhlakul Karimah.
Kegiatan diisi dengan penampilan seni santri yang menampilkan berbagai kreativitas di bawah naungan Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI).
Para santri menampilkan kesenian islami, musik hadrah, drama religi, tari tradisional, serta atraksi pencak silat yang mendapat sambutan meriah dari para penonton.
Acara dilanjutkan dengan Sholawat Akbar yang dibawakan oleh grup Hadroh Al-Ma’hadi.
Ketua BEM IAIH Pancor Saefullah menegaskan, peringatan Hari Santri tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi untuk meneguhkan kembali nilai perjuangan dan pengabdian santri di era modern.
”Santri hari ini bukan hanya mereka yang belajar di pondok, tetapi siapa pun yang menjaga nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan keindonesiaan. Semangat santri adalah semangat pengabdian tanpa batas,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Muhammad Indera Gunawan, M.H.I., menapresiasi kepada BEM dan seluruh mahasiswa atas inisiatif mereka dalam memaknai Hari Santri melalui kegiatan yang inspiratif.
“Santri masa kini harus mampu menjembatani nilai-nilai agama dengan tantangan zaman digital tanpa kehilangan jati diri dan akhlakul karimah,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, IAIH Hamzanwadi Pancor bersama BEM Institut berkomitmen untuk menjaga nilai-nilai kepesantrenan sebagai ruh perjuangan akademik dan sosial kemasyarakatan.
”Menjadi santri berarti terus belajar, berjuang, dan mengabdi. Itulah identitas yang harus terus hidup di dada setiap mahasiswa IAIH,” ujar Ketua panitia.













