SUARAINDO.ID —— Bupati Lombok Timur Drs H Haerul Warisin menganjurkan sekitar 1.600 tenaga honorer non-database mempertimbangkan peluang kerja di luar negeri, menyusul keterbatasan pemerintah daerah dalam membuka lapangan kerja baru.
Dalam arahannya, Bupati menyebutkan bahwa para tenaga honorer tetap diperbolehkan bekerja di instansi masing-masing sambil menunggu kejelasan status kepegawaian.
Namun, mereka juga diberi kebebasan untuk menentukan pilihan terbaik, termasuk mencari pekerjaan lain di dalam maupun luar negeri.
“Kami memberikan kebebasan kepada para honorer. Mereka boleh tetap di dinas masing-masing sambil menunggu kejelasan, atau mencari peluang kerja lain, termasuk ke luar negeri,” ujar Bupati.
Terkait besaran honorarium, Bupati memastikan nilainya tidak mengalami perubahan dibanding tahun sebelumnya.
Kebijakan tersebut sebagai langkah realistis di tengah keterbatasan anggaran dan belum adanya regulasi baru terkait status tenaga honorer di daerah.
Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur berharap, para tenaga honorer dapat memanfaatkan kesempatan yang ada sambil menunggu kebijakan pemerintah pusat terkait penyelesaian status tenaga non-ASN.













