Kunjungan Wisata Akhir Tahun di Pesisir Sambelia Meningkat, Diving Jadi Daya Tarik Utama

  • Bagikan

SUARAINDO.ID —— Kunjungan wisatawan ke kawasan pesisir Pantai Gili Lampu, Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai menunjukkan peningkatan menjelang akhir tahun.

‎Lonjakan tersebut didominasi wisatawan lokal, maupun mancanegara yang memanfaatkan libur akhir tahun.

‎Ketua Kelompok Penyelam (Kapela) NTB, Herman, mengatakan peningkatan kunjungan tidak hanya terjadi di Pantai Gili Lampu, tetapi juga di Pantai Gili Kondo.

‎Menurutnya, jumlah kunjungan harian saat ini berkisar antara ratusan hingga mencapai sekitar 200 orang.

‎“Kalau dirata-ratakan, kunjungan harian ratusan orang. Dalam hitungan mingguan bisa mencapai ribuan wisatawan,” ujar Herman, sabtu 13 Desember 2025.

‎Herman menjelaskan, sebagian besar wisatawan yang berkunjung menikmati aktivitas wisata bahari seperti bersantai di pantai, bermain banana boat dan donat boat.

‎Namun, aktivitas penyelaman dan snorkeling menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.

‎Dikatakan, diving merupakan super prioritas bagi wisatawan yang datang ke Gili.

‎”Mereka sangat senang, karena kawasan ini merupakan salah satu lokasi terbaik untuk diving dan snorkeling di NTB,” katanya.

‎Herman menambahkan, kunjungan wisatawan penyelam dari berbagai negara terbilang tinggi.

‎Bahkan, saat ini terdapat perusahaan baru yang mengelola wisata diving dengan kunjungan tamu setiap hari ke sejumlah gili di kawasan Sambelia.

‎Komunitas penyelam lokal juga kerap mendampingi wisatawan, dalam kegiatan penyelaman.

‎Eisatawan mancanegara yang sering datang berasal dari Jerman, Belanda, dan Prancis.

‎Sementara untuk snorkeling, banyak wisatawan dari Tiongkok dan negara-negara Eropa lainnya.

‎Menghadapi musim ramai atau high season menjelang Tahun Baru, pihak komunitas penyelam mempersiapkan aspek keamanan dan keselamatan.

‎Pengecekan peralatan, seperti jaket pelampung serta perlengkapan snorkeling dan diving dilakukan secara rutin untuk meminimalisir risiko kecelakaan.

‎Selain itu, pengamanan juga diperkuat dengan patroli bergilir di darat dan laut.

‎“Pada musim ramai, pengunjung sangat banyak sehingga pengamanan perlu ditingkatkan, baik di darat maupun di laut,” ujarnya.

‎Adapun lokasi penyelaman utama berada di Gili Petagan, Gili Bidara, dan Gili Kondo.

‎Spot-spot tersebut memiliki kedalaman sekitar 10 hingga 25 meter, bahkan hingga 30–40 meter dengan kondisi terumbu karang yang masih sangat baik dan aman.

‎Saat ini arus bawah relatif terkendali.

‎Namaun, saat musim arus kencang, pengeloa mengalihkan aktivitas ke spot lain seperti di Gili Bidara atau area tertentu di Gili Petagan.

‎Keunggulan kawasan wisata bahari Sambelia, lanjut Herman, terletak pada kondisi terumbu karang yang masih terjaga, pulau-pulau kecil yang alami tanpa hotel besar, serta keramahan masyarakat lokal terhadap wisatawan.

‎“Ini yang menjadi daya tarik utama dibandingkan tempat lain,” pungkasnya.

Penulis: nanangEditor: Redaksi
  • Bagikan