Lombok Timur Peringkat 4 MCSP 2025

  • Bagikan

SUARAINDO.ID ——– Kabupaten Lombok Timur menempati peringkat ke-4 skor Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) hingga 7 Desember 2024 untuk capaian tahun 2025.

‎Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin meminta seluruh jajaran tidak cepat puas, mengingat posisi tersebut masih berada di bawah beberapa kabupaten/kota lain di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

‎Faktor utama yang memengaruhi capaian MCSP adalah kualitas perencanaan.

‎“Kalau saya lihat dari peringkat kita ini, ini disebabkan oleh perencanaan kita yang tidak matang,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Terintegrasi Kabupaten Lombok Timur, senin 8 Desember 2025.

‎Bupati meminta agar penyusunan perencanaan dilakukan lebih cermat dan diiringi percepatan penyelesaian dokumen anggaran.

‎Kualitas pelaksanaan harus tetap menjadi perhatian utama.

‎“Perencanaan yang mantap harus kita lakukan. Akan tetapi jangan sampai perencanaannya bagus tapi pelaksanaannya tidak karuan,” pesannya.

‎Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan percepatan realisasi anggaran, termasuk anggaran UMKM yang mencapai lebih dari Rp20 miliar.

‎Bupati menegaskan agar tidak terjadi sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa).

‎“Tidak boleh ada Silpa. Karena kalau kita punya Silpa ini artinya kita tidak bisa belanja, apalagi mendatangkan,” tegasnya.

‎Sementara itu, Kasatgas Koordinasi dan Supervisi Wilayah V.1 KPK, Dian Patria, mengungkapkan, korupsi umumnya bermula dari proses perencanaan atau unit layanan pengadaan (ULP).

‎Pencegahan harus diperkuat dengan pembangunan sistem data dan informasi yang terintegrasi, menutup titik rawan, serta mengawal pelaksanaan kebijakan.

‎Dian menyatakan, kesiapan KPK membantu pemerintah daerah terkait berbagai isu strategis, termasuk penataan tambak dan aset daerah.

‎Selain mendorong kemandirian Pemda, ia meminta agar ego sektoral dilepaskan, terutama terkait pokok pikiran anggota dewan agar program tetap selaras dengan RPJMD.

‎Dian menekankan pentingnya percepatan belanja modal dan peningkatan kapasitas pegawai.

Penulis: nanangEditor: Redaksi
  • Bagikan