SUARAINDO.ID ——– Pemerintah Desa (Pemdes) Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, membagikan sebanyak 1.000 bibit cabai kepada masyarakat, sebagai upaya mendukung program ketahanan pangan dan menekan dampak lonjakan harga cabai.

Kepala Desa Kalijaga Timur, Hiswathon mengatakan, program ketahanan pangan di desanya telah berjalan dengan baik.
Dari alokasi 20 persen dana desa untuk ketahanan pangan, sebagian digunakan sebagai penyertaan modal ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Alhamdulillah, program ketahanan pangan sudah berjalan. Penyertaan modal ke BUMDes juga sudah berjalan. Di Kalijaga Timur, kami mengembangkan program nabati berupa jagung dan hewani berupa ayam petelur,” ujar Hiswaton, saat ditemui disela sela pembagian bibit cabai di depat kantor desa setempat, 13 Desember 2025.
Untuk program jagung yang dikelola oleh BUMDes, saat ini telah memanfaatkan lahan seluas 1,5 hektare dan sudah memasuki masa panen beberapa bulan lalu.
Sementara itu, ayam petelur juga telah berjalan sesuai rencana.
Selain program tersebut, Pemdes Kalijaga Timur juga menyiapkan kebutuhan tanaman pekarangan bagi masyarakat.
Salah satunya melalui pengadaan bibit cabai yang ditanam di dalam polibag.
“Belajar dari tahun kemarin, harga cabai sempat melonjak tinggi. Karena itu, pemerintah desa berinisiatif menyiapkan bibit cabai untuk masyarakat agar bisa ditanam di pekarangan rumah,” jelasnya.
Sebanyak 1.000 polibag bibit cabai yang sudah berbunga disiapkan, dan dibagikan secara simbolis kepada warga.
Setiap keluarga mendapatkan sekitar tiga hingga empat polibag.
Selanjutnya, bibit tersebut akan disalurkan ke masing-masing dusun untuk dirawat oleh masyarakat.
“Bantuan bibit cabai ini diharapkan, bisa membantu kebutuhan dapur warga dengan memanfaatkan pekarangan rumah, baik di depan, samping, maupun belakang,” tambah Hiswaton.
Selain pengadaan bibit, pemerintah desa juga menggelar pelatihan pembuatan pupuk kompos.
“Kami berharap masyarakat bisa mandiri. Tidak hanya hari ini atau tahun ini, tetapi berkelanjutan. Setelah diberi pelatihan dan contoh, harapannya masyarakat bisa memenuhi sendiri kebutuhan sayurannya,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang warga, Sulhiah, mengaku senang dengan adanya bantuan bibit cabai tersebut.
“Alhamdulillah, senang sekali. Nanti akan ditanam di pekarangan rumah,” akunya.
Sulhiah mengaku, saat ini harga cabai sekarang mahal, sampai Rp80 ribu per kilogram di pasar tradisional.
”Mudah-mudahan cabai ini bisa memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari,” katanya.
Melalui program ini, Pemdes Kalijaga Timur berharap masyarakat tidak terlalu bergantung pada pasar, terutama saat harga cabai dan kebutuhan pokok lainnya mengalami kenaikan.













