Refleksi 10 Bulan Kepemimpinan, Bupati Alexander Wilyo Tegaskan Ketapang Harus Terus Maju

Suaraindo.id - Bupati Ketapang Alexander Wilyo merefleksikan sepuluh bulan awal masa kepemimpinannya sebagai periode konsolidasi dan penataan arah pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa Ketapang harus terus bergerak maju dan tidak boleh berjalan mundur.

Refleksi tersebut disampaikan Alexander dalam acara Kaleidoskop 10 Bulan Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan yang digelar di Pendopo Bupati Ketapang, Selasa (30/12/2025) malam.

Alexander menegaskan bahwa amanah sebagai bupati bukanlah hasil kehebatan pribadi, melainkan takdir dan mandat rakyat yang harus dipertanggungjawabkan dengan sepenuh hati.

“Saya dititipi amanah untuk membawa Ketapang lebih maju. Sejak awal saya bertekad mencurahkan tenaga, waktu, dan pikiran untuk kemajuan daerah ini,” ujarnya.

Menurutnya, tanggung jawab besar tersebut tidak mungkin dijalankan seorang diri. Ia menekankan pentingnya kerja bersama seluruh elemen masyarakat dengan semangat gotong royong.

“Ketapang ini adalah rumah besar milik kita bersama. Tidak mungkin maju kalau kita tidak berjalan bersama sesuai kapasitas masing-masing,” kata Alex.

Pada kesempatan itu, ia mengapresiasi kinerja perangkat daerah selama 10 bulan terakhir, meskipun mengakui masih terdapat berbagai catatan dan pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.

Di era digital, Alexander menilai pola komunikasi antara pemerintah dan masyarakat telah mengalami perubahan signifikan. Ia mengaku banyak menerima laporan langsung dari warga melalui media sosial.

“Hampir semua informasi di lapangan saya tahu dari masyarakat. Karena itu kita harus responsif. Semua harus berfungsi, dari OPD sampai desa. Camat dan kepala desa harus menjalankan perannya,” tegasnya.

Alexander menjelaskan, masa awal kepemimpinannya lebih banyak diisi dengan konsolidasi internal dan eksternal. Ia mengibaratkan fase ini sebagai masa menanam, sementara hasilnya diharapkan mulai terlihat pada periode 2026 hingga 2029, seiring dengan hasil lobi dan sinergi ke pemerintah pusat.

Mulai Januari 2026, ia mewajibkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menyampaikan capaian kinerja secara terbuka kepada masyarakat. Pelayanan publik pun menjadi perhatian serius.

“Kita ini abdi masyarakat. Yang sulit harus dipermudah, yang lama harus dipersingkat. Jangan sampai urus KTP berhari-hari dan masyarakat dilempar ke sana-sini,” ujarnya, memberi peringatan tegas kepada seluruh OPD.

Dalam aspek fiskal, Alexander menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Saat ini PAD Ketapang berada di kisaran Rp300 miliar dan ditargetkan meningkat menjadi Rp500 miliar pada tahun 2029.

“Kita harus mandiri,” tegasnya.

Ia juga memastikan akan melakukan perombakan pejabat eselon II, III, dan IV pada Januari mendatang, dengan prinsip berbasis kompetensi, kinerja, dan profesionalitas.

Terkait arah pembangunan jangka menengah, Alexander menegaskan bahwa Ketapang tidak lagi berfokus pada perluasan lahan sawit semata. Pemerintah daerah akan mendorong industrialisasi dan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi.

“Kita ingin industri. Minyak kelapa sawit jangan hanya jadi minyak goreng, tapi harus dikembangkan menjadi produk turunan lain yang memberi nilai tambah bagi daerah dan masyarakat,” katanya.

Di akhir arahannya, Alexander Wilyo meminta doa serta dukungan seluruh masyarakat Ketapang agar agenda pembangunan daerah dapat berjalan sesuai harapan dan membawa kesejahteraan berkelanjutan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar

Postingan populer dari blog ini

100 Tahun Jam Gadang Jadi Momentum Perkuat Diplomasi Indonesia–Belanda

BPS Lombok Timur Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Grebeg Suro 2026 di Singkawang Digelar, Wako Tjhai Chui Mie Gaungkan Harmoni Budaya