SMAN 1 Sakra Galang Donasi dan Gelar Doa Bersama untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatra

  • Bagikan

SUARAINDO.ID —— SMAN 1 Sakra Kabupaten Lombok Timur menggelar kegiatan penghimpunan donasi, dan doa bersama untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatra.

‎Kegiatan tersebut melibatkan seluruh warga sekolah, serta masyarakat sekitar sebagai wujud kepedulian sosial dan pembentukan karakter peserta didik.

‎Kepala SMAN 1 Sakra, Muhammad Subandi menjelaskan, kegiatan tersebut dirancang dalam beberapa rangkaian.

‎Tahap pertama dilakukan dengan cara penghimpunan donasi secara door-to-door, di mana para siswa berkunjung langsung ke masyarakat, khususnya orang tua wali, untuk mengajak berpartisipasi.

‎“Ajakan ini kami maksudkan untuk semua kalangan, bukan hanya siswa dan guru, tetapi juga masyarakat sekitar sekolah,” ujar Subandi saat ditemui di sekolah, Sabtu 20 Desember 2025.

‎Selain itu, pihak sekolah juga membangun komunikasi dengan Dapur MBG (Makanan Bergizi Gratis), yang selama ini memberikan layanan kepada SMAN 1 Sakra.

‎Penghimpunan donasi juga dilakukan secara internal, dengan melibatkan bapak dan ibu guru, tenaga kependidikan, serta kegiatan ekstrakurikuler.

‎Sebagai puncak kegiatan, SMAN 1 Sakra menggelar yasinan dan doa bersama, yang ditujukan bagi korban bencana di Aceh dan Sumatra.

‎Pada momen tersebut, pihak sekolah melakukan penghitungan sementara jumlah donasi yang telah terkumpul.

‎“Setelah kami hitung, donasi yang terkumpul sementara mencapai Rp18 juta,” pungkasnya.

‎Dikatakan, jumlah tersebut belum termasuk donasi yang menyusul dari Dapur MBG, bapak dan ibu guru, serta kegiatan ekstrakurikuler.

‎”Insyaallah, total donasi diperkirakan akan melebihi Rp20 juta,” jelasnya.

‎Subandi menambahkan, keterlibatan berbagai pihak, mulai dari orang tua wali, masyarakat, Dapur MBG, guru, menjadi bukti tingginya kepedulian dan solidaritas sosial di lingkungan SMAN 1 Sakra.

‎“Kami berharap kegiatan ini menjadi seruan, dan ajakan bagi semua untuk saling tolong-menolong dalam kebajikan,” ujarnya.

‎Kegiatan tersebut diharapkan menjadi media pembelajaran karakter, bagi peserta didik.

‎Menurut Subandi, pengalaman langsung dalam kegiatan sosial dapat menumbuhkan empati, simpati, dan kepedulian terhadap sesama, tidak hanya saat terjadi bencana, tetapi dalam berbagai kondisi yang membutuhkan bantuan.

‎“Mudah-mudahan ini menjadi praktik baik dan panggilan jiwa bagi anak-anak kami, sebagai bagian dari pembentukan karakter pelajar yang peduli dan berjiwa sosial,” pungkasnya.

Penulis: nanangEditor: Redaksi
  • Bagikan