Pemkab Kubu Raya Resmikan Tugu Gaforaya dan Benteng Mangrove, Galang Dana Kemanusiaan Lebih Rp500 Juta

Suaraindo.id - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya meresmikan Tugu Gaforaya sekaligus Benteng Mangrove yang berlokasi di Bundaran Gaforaya, Rabu (31/12/2025) malam. Peresmian tersebut dirangkaikan dengan doa bersama lintas agama serta menjadi puncak penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Barat.

Bupati Kubu Raya Sujiwo bersama Wakil Bupati Sukiryanto hadir langsung dalam kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Acara diawali dengan doa lintas agama, kemudian dilanjutkan penggalangan dana yang melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi profesi, serta masyarakat.

“Alhamdulillah, pada malam hari ini kita melaksanakan doa bersama lintas agama sekaligus puncak penggalangan dana untuk sahabat dan saudara kita di Aceh dan Sumatera Barat,” ujar Sujiwo.

Dari hasil penggalangan dana tersebut, terkumpul dana kemanusiaan lebih dari Rp500 juta. Sujiwo menjelaskan, sebagian besar dana, yakni hampir Rp400 juta, telah langsung ditransfer melalui Korpri dan PGRI sebagai bentuk respons cepat Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terhadap korban bencana.

“Sisanya nanti akan kita diskusikan bersama. Ada juga aspirasi masyarakat agar sebagian dana digunakan untuk membeli sembako yang kemudian dibagikan kepada masyarakat tidak mampu di Kabupaten Kubu Raya,” jelasnya.

Selain sebagai wujud kepedulian sosial, peresmian Tugu Gaforaya juga menjadi simbol kuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha. Sujiwo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pelaku usaha yang telah berkontribusi dalam pembangunan tugu dan penataan kawasan Bundaran Gaforaya.

“Ini adalah monumen sekaligus tonggak bahwa kerja sama dan kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha merupakan suatu keniscayaan dan keharusan,” tegasnya.

Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melindungi investasi yang sah, legal, dan resmi, serta memastikan kehadiran dunia usaha memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.

Lebih lanjut, Sujiwo mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah agar terus menjaga kepercayaan publik, yang menurutnya merupakan modal utama dalam mempercepat pembangunan di Kabupaten Kubu Raya.

Tugu Gaforaya sendiri memiliki nilai filosofis yang kuat. Nama “Gaforaya” merupakan akronim dari Gaia, Four Point, Astra, dan Yamaha, empat perusahaan yang berada di sekitar kawasan tersebut dan turut berkontribusi dalam pembangunannya.

Sementara itu, Benteng Mangrove dimaknai sebagai simbol pelestarian alam dan pengorbanan demi kepentingan rakyat. Tunas kelapa yang menjadi bagian dari tugu melambangkan bahwa keberadaan pemerintah harus memberikan manfaat bagi seluruh elemen masyarakat.

Secara simbolis, tinggi tugu mencapai 20,7 meter yang melambangkan tahun berdirinya Kabupaten Kubu Raya, yakni 2007. Tujuh benteng melambangkan bulan pembentukan, Juli, dan 17 kotak taman melambangkan tanggal berdiri Kabupaten Kubu Raya, 17 Juli 2007.

Sujiwo juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap kawasan Bundaran Gaforaya. Ia meminta dinas terkait agar terus memperhatikan kebersihan serta pemeliharaan kawasan tersebut.

“Insya Allah paling lambat satu bulan setengah lagi pekerjaan finishing akan tuntas,” ujarnya.

Meski masih dalam tahap penyempurnaan, Bundaran Gaforaya tetap difungsikan sebagai ruang publik. Pemerintah daerah juga tengah mengkaji pengaturan lalu lintas di kawasan tersebut, termasuk pemasangan traffic light, zebra cross, serta penataan parkir dan aktivitas pedagang.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar

Postingan populer dari blog ini

100 Tahun Jam Gadang Jadi Momentum Perkuat Diplomasi Indonesia–Belanda

BPS Lombok Timur Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Grebeg Suro 2026 di Singkawang Digelar, Wako Tjhai Chui Mie Gaungkan Harmoni Budaya