Tiga Rumah Warga Terbakar di Pontianak Barat, Akses Sempit dan Kekurangan Air Jadi Kendala Pemadaman

  • Bagikan
Peristiwa Kebakaran di Gang Bunut, Jalan Komyos Sudarso, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Kamis (29/01/2026) malam. SUARAINDO.ID/SK

Suaraindo.id – Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Kota Pontianak. Sedikitnya tiga unit rumah warga di Gang Bunut, Jalan Komyos Sudarso, Kecamatan Pontianak Barat, terdampak kebakaran yang terjadi pada Selasa malam. Api diperkirakan mulai berkobar sekitar pukul 19.00 WIB.

Puluhan unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai kesatuan dikerahkan ke lokasi kejadian. Ratusan petugas pemadam berjibaku menjinakkan api di tengah keterbatasan akses jalan gang yang sempit. Besarnya kobaran api juga sempat menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Komyos Sudarso lumpuh sementara guna mendukung proses pemadaman.

Salah seorang korban kebakaran, Akiang, mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab awal munculnya api. Saat kejadian, ia bersama keluarganya sedang berada di dapur.

“Saya tidak tahu penyebabnya. Tiba-tiba anak dan istri saya teriak, kok bisa terbakar di atas. Padahal di atas tidak ada listrik, yang hidup cuma di bawah. Saya panik, mau ambil air cuma ada dua sampai tiga ember,” ungkapnya.

Ia menambahkan, api tiba-tiba muncul dari bagian atas rumah saat mereka sedang makan bersama.

“Lagi makan, kumpul anak beranak di dapur. Anak saya bilang ada api. Saya kaget, mau ambil air, tapi air tidak ada,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Barlian, mengatakan dirinya pertama kali mengetahui peristiwa kebakaran dari sambungan telepon keluarganya sebelum kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran.

“Informasi pertama saya terima lewat telepon dari adik saya, katanya ada kebakaran di gang. Setelah itu saya langsung menghubungi pemadam. Kejadiannya sekitar jam tujuh malam, sesuai informasi warga,” jelasnya.

Menurut Barlian, rumah yang mengalami kerusakan paling parah adalah milik Akiang. Dua rumah di sekitarnya turut terdampak, terutama pada bagian belakang bangunan.

“Perkiraan saya, yang habis itu rumah Pak Akiang. Rumah sebelahnya bagian belakang kena, dan satu rumah lagi juga terdampak. Total sekitar tiga rumah,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kendala utama dalam proses pemadaman adalah keterbatasan pasokan air. Namun, keberadaan kolam di dalam gang cukup membantu upaya petugas di lapangan.

“Kesulitan utama pasti air. Tapi untungnya di gang ada kolam, paling tidak bisa membantu pemadaman,” ujarnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hingga berita ini diturunkan, kerugian material masih dalam pendataan oleh pihak terkait, sementara penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari aparat berwenang.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
  • Bagikan