Cuaca Ekstrem Picu Harga Cabai di Lombok Timur Tembus Rp100 Ribu per Kilogram
SUARAINDO.ID ------- Harga cabai di Kabupaten Lombok Timur melonjak tajam hingga menembus Rp100 ribu per kilogram memasuki bulan Ramadan.
Kenaikan harga tersebut dipicu oleh cuaca ekstrem, yang menyebabkan gagal panen di sejumlah sentra produksi.
Ketua Program Champion Cabai Kabupaten Lombok Timur, H. Subhan, mengatakan secara luas tanam, cabai di daerah bumi patih karya mencapai 400 hektare dan diproyeksikan siap panen saat Ramadan hingga Idulfitri.
Namun, hujan dan angin kencang yang berlangsung berminggu-minggu mengakibatkan banyak tanaman mati dan tidak berproduksi.
“Seharusnya sebagian besar sudah siap panen, tetapi karena cuaca ekstrem, banyak yang mati dan tidak berproduksi. Itu yang memicu harga naik seperti sekarang,” ujar Subhan.
Menurutnya, pada awal Januari hingga akhir Desember lalu, harga cabai masih berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram.
Namun akibat penurunan produksi, harga kini melonjak hingga Rp100 ribu per kilogram di tingkat pasar.
Selain faktor cuaca, kenaikan harga juga dipengaruhi pola panen tahunan masyarakat.
Subhan menjelaskan, setiap tahun petani di Lombok Timur biasanya tidak melakukan panen pada H-3 hingga H+3 Ramadan karena tradisi persiapan puasa dan penyesuaian awal Ramadan.
“Memang setiap tahun ada jeda panen menjelang dan awal Ramadan. Ditambah cuaca buruk, produksi makin berkurang sehingga harga terdongkrak,” katanya.
Subhan menambahkan, dari ratusan hektare lahan yang terdampak, hanya kurang dari lima hektare yang diperkirakan bisa panen pada pertengahan Ramadan, itupun masih terkendala kondisi cuaca.
Untuk menjaga pasokan dan menstabilkan harga, Champion Cabai Lombok Timur berkoordinasi dengan jaringan produksi di luar daerah.
Pasokan dari sejumlah daerah, termasuk Jawa Timur, mulai diarahkan untuk memenuhi kebutuhan di Lombok Timur.
Sementara itu, pengiriman cabai ke luar daerah untuk sementara dihentikan karena kebutuhan lokal masih tinggi.
“Selama ini kita juga menyuplai ke luar daerah. Sekarang tidak ada pengiriman keluar karena kebutuhan di sini masih tinggi dan harga di Lombok Timur lebih tinggi dibanding daerah lain,” jelasnya, saat ditemui wartawan di kediamannya di desa kerongkong, kecamatan surakaga, Rabu 18 pebruari 2026.
Dalam 14 hari ke depan, Champion Cabai menargetkan tambahan pasokan minimal dua ton untuk membantu memenuhi kebutuhan pasar.
Selain itu, pihaknya menyatakan siap mendukung langkah pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi.
Sebelumnya, saat harga cabai menyentuh Rp100 ribu per kilogram, gerakan pasar murah yang digelar di Kantor Dinas Perdagangan menjual cabai kepada masyarakat dengan harga Rp80 ribu per kilogram.
Terkait operasi pasar lanjutan, Subhan menyebut pihaknya masih menunggu koordinasi dari pemerintah daerah.
“Champion tetap siap ikut serta membantu pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi. Untuk titik dan waktu operasi pasar, kami menunggu arahan dari pemda,” pungkasnya.
Komentar
Posting Komentar