Festival Cap Go Meh Singkawang 2026 Digelar di Tengah Ramadan, Simbol Harmoni dan Keberagaman

  • Bagikan
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie saat konferensi pers terkait penyelenggarakan Festival Cap Go Meh 2026 di TCM Kantor Wali Kota Singkawang.SUARAINDO.ID/SK

Suaraindo.id – Festival Cap Go Meh di Singkawang dipastikan tetap digelar pada 3 Maret 2026, meskipun berlangsung di tengah suasana ibadah bulan suci Ramadan. Pemerintah Kota Singkawang menegaskan perayaan tersebut justru menjadi simbol kuat harmoni, toleransi, dan keberagaman masyarakat.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, mengatakan Festival Cap Go Meh bukan sekadar agenda tahunan, melainkan warisan budaya yang tumbuh dari tradisi panjang masyarakat multietnis di kota tersebut.

“Festival Cap Go Meh ini bukan hanya agenda tahunan saja, melainkan salah satu budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Singkawang yang lahir dari tradisi dan tumbuh dalam keberagaman sebagai simbol harmoni antar umat beragama dan etnis,” ujar Tjhai Chui Mie saat konferensi pers di TCM Kantor Wali Kota Singkawang, Jumat (27/2/2026).

Menurutnya, momentum Cap Go Meh menjadi kesempatan bagi dunia untuk melihat secara langsung bagaimana masyarakat Singkawang hidup berdampingan dalam suasana damai, saling menghormati, serta mendukung satu sama lain di tengah perbedaan.

Perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini dinilai semakin istimewa karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Pemerintah kota bersama panitia Imlek dan Cap Go Meh serta panitia Ramadan Fair bekerja sama menghias kota agar kedua momentum keagamaan dapat berjalan selaras.

Sinergi tersebut juga terlihat dari pelaksanaan pawai obor dalam rangka menyambut Ramadan yang dapat digelar bertepatan dengan malam Tahun Baru Imlek di Singkawang.

“Inilah momentum istimewa untuk kita tunjukkan kepada dunia bahwa damai itu indah, damai itu membanggakan, dan damai juga sangat membahagiakan,” katanya.

Saat ini, Pemerintah Kota Singkawang bersama unsur TNI dan Polri tengah mematangkan berbagai persiapan, termasuk pengamanan terpadu guna memastikan seluruh rangkaian Festival Cap Go Meh berjalan aman dan kondusif.

Selain kesiapan teknis, pemerintah juga mendorong penguatan promosi agar jangkauan informasi festival semakin luas dan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Festival Cap Go Meh dapat menjadi salah satu acara tahunan yang paling dinantikan dan menjadi simbol kebanggaan Kota Singkawang,” pungkasnya.

Festival Cap Go Meh Singkawang selama ini dikenal sebagai salah satu perayaan budaya terbesar di Indonesia yang menampilkan atraksi budaya Tionghoa, tradisi tatung, serta kekayaan budaya lokal yang mencerminkan keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Bagikan