Suaraindo.id – Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Sambas mengalami lonjakan sejak awal Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Kenaikan harga tersebut dikeluhkan warga karena dinilai cukup memberatkan kebutuhan rumah tangga sehari-hari, Rabu (25/2/2026).
Sejumlah komoditas pangan terpantau mengalami kenaikan signifikan di Pasar Pagi Sambas. Para pedagang menyebut lonjakan harga mulai terasa sejak memasuki bulan puasa, seiring meningkatnya permintaan masyarakat.
Salah seorang pedagang, Dewi, mengatakan bawang merah menjadi komoditas yang mengalami kenaikan paling mencolok dalam beberapa pekan terakhir.
“Yang paling terasa itu bawang merah. Sebelumnya Rp45 ribu per kilogram, sekarang sudah naik jadi Rp75 ribu per kilogram,” ujarnya.
Selain bawang merah, harga cabai juga mengalami kenaikan dari Rp80 ribu menjadi Rp100 ribu per kilogram. Komoditas sayuran lainnya turut terdampak, seperti kol yang naik dari Rp12 ribu menjadi Rp20 ribu per kilogram.
Tidak hanya itu, harga telur ayam juga mengalami kenaikan dari Rp29 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram. Sementara sayur sawi yang sebelumnya dijual Rp5 ribu per ikat kini menjadi Rp6 ribu per ikat.
Kenaikan harga tersebut tidak hanya dirasakan pedagang, tetapi juga dikeluhkan para pembeli. Salah seorang warga, Susan, mengaku harus menambah anggaran belanja rumah tangga akibat lonjakan harga bahan pokok selama Ramadan.
Menurutnya, uang belanja yang biasanya cukup untuk memenuhi kebutuhan satu minggu kini hanya mampu bertahan selama tiga hingga empat hari.
“Jujur saja saya merasa terbebani dengan harga bahan pokok yang terus naik,” katanya.
Ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah agar harga kebutuhan pokok segera kembali stabil, sehingga masyarakat tidak semakin kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Semoga harga-harga bisa normal kembali, supaya kami tidak semakin kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tutupnya.
Lonjakan harga bahan pokok menjelang dan selama Ramadan menjadi fenomena yang kerap terjadi akibat meningkatnya permintaan pasar. Masyarakat pun berharap adanya pengawasan dan stabilisasi harga agar daya beli tetap terjaga selama bulan suci.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS













