Kapasitas Air Belum Seimbang dengan Pelanggan, Tirta Pawan Siapkan Skema Investasi

  • Bagikan
Direktur Perumdam Tirta Pawan Ketapang, L. Yudiharto J. Saptono saat peresmian IPA baru. (Suaraindo.id/ist)

Suaraindo.id — Perumda Tirta Pawan Kabupaten Ketapang membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas layanan air bersih, di tengah keterbatasan anggaran dan meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Direktur Perumda Tirta Pawan, L. Yudiharto J. Saptono, dalam wawancara pada acara peresmian instalasi pengolahan air (IPA), Rabu (18/2/2026), menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan penjajakan dengan sejumlah investor guna mempercepat pembangunan infrastruktur air minum.

Menurut dia, selama ini pengembangan layanan masih bergantung pada dana hibah pemerintah pusat dan penyertaan modal dari APBD Kabupaten Ketapang, yang dinilai belum cukup untuk mengejar kebutuhan pelayanan.

“Dengan anggaran yang terbatas, jika hanya mengandalkan hibah pusat atau penyertaan modal daerah, tentu tidak cukup. Karena itu, kerja sama dengan pihak swasta menjadi salah satu solusi,” ujarnya.

Selain keterbatasan anggaran, kondisi jaringan distribusi air di wilayah Kota Ketapang juga menjadi persoalan. Ia menyebut sebagian besar jaringan sudah berusia tua dan membutuhkan peremajaan.

“Jaringan pipa kita sudah cukup tua, hampir seumur dengan Perumda Tirta Pawan yang kini memasuki usia 40 tahun. Ini berpengaruh pada kualitas distribusi,” katanya.

Ia juga mengakui masih banyaknya keluhan pelanggan terkait layanan air bersih, terutama soal tekanan air dan distribusi yang belum merata. Hal itu, menurutnya, disebabkan kapasitas produksi yang belum mampu mengimbangi jumlah pelanggan.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat atas keluhan yang masih terjadi. Kapasitas produksi kita memang belum mencukupi dibanding jumlah pelanggan,” ujarnya.

Karena itu, penambahan instalasi pengolahan air (IPA) dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan pelayanan.

“Penambahan IPA sangat diperlukan, dan untuk percepatan, kerja sama dengan investor menjadi pilihan yang paling memungkinkan,” kata dia.

Di sisi lain, Perumda Tirta Pawan juga tengah mengkaji kelanjutan proyek penyediaan air bersih di wilayah Riam Berasap. Menurut Yudiharto, proyek tersebut memerlukan pertimbangan matang karena biaya operasional yang cukup tinggi.

“Untuk Riam Berasap masih kita kaji. Nanti akan kita bahas bersama investor, apakah layak dilanjutkan atau tidak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, meskipun sebagian infrastruktur telah terbangun, sistem operasional di kawasan tersebut masih bergantung pada pompa yang menggunakan mesin diesel, sehingga membutuhkan biaya bahan bakar yang besar.

“Infrastruktur sudah ada, tapi operasionalnya mahal karena menggunakan mesin diesel. Ini yang harus kita pertimbangkan,” katanya.

Karena itu, kajian menyeluruh dari sisi teknis, finansial, dan keberlanjutan layanan dinilai penting sebelum proyek tersebut diaktifkan kembali.

“Kita tidak ingin menjadi beban keuangan. Harus dihitung dengan matang,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Yudiharto menegaskan komitmen Perumda Tirta Pawan untuk mendukung visi dan misi Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik dan kemandirian daerah.

“Kami siap mendukung visi misi Bupati, agar Perumda Tirta Pawan menjadi pelayan yang baik bagi masyarakat dan ke depan bisa mandiri,” katanya.

  • Bagikan