Pasar Juadah Masjid Raya Mujahidin Diserbu Warga, Antusias Berburu Takjil Meski Diguyur Hujan

Suaraindo.id - Warga Kota Pontianak berbondong-bondong menyerbu Pasar Juadah yang digelar di halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Kamis (19/2/2026). Meski sempat diguyur hujan lebat, antusiasme masyarakat tidak surut untuk berburu takjil terbaik sebagai santapan berbuka puasa.

Sejak pukul 14.00 WIB, lapak-lapak pedagang mulai dipadati pembeli. Suasana semakin ramai menjelang waktu berbuka, dengan warga silih berganti memilih aneka kue tradisional, minuman segar, hingga hidangan khas Ramadan.

Salah seorang pedagang, Selfi (23), mengaku telah bersiap sejak pukul 11.00 WIB. Dua jam kemudian, pengunjung mulai berdatangan dan terus memadati kawasan pasar juadah. Warga Sungai Raya Dalam itu sudah beberapa tahun terakhir rutin berdagang di lokasi tersebut dan menyebut omzet hari pertama cukup menggembirakan.

“Ini hari pertama sudah ramai. Tapi memang di awal-awal puasa selalu penuh,” ujarnya.

Selfi menjadi satu dari 108 lapak yang telah beroperasi. Sejumlah lapak lainnya masih dalam tahap persiapan dan dijadwalkan mulai berjualan dalam sepekan ke depan, termasuk pelaku UMKM dan komunitas yang akan menempati seluruh tenda yang tersedia.

Ia menjual berbagai kue titipan, sebagian merupakan hasil produksi keluarganya di rumah. Menariknya, hampir setengah dari total transaksi di hari pertama menggunakan pembayaran digital melalui QRIS, menandakan adaptasi pedagang terhadap sistem pembayaran non-tunai semakin meningkat.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyambut positif geliat pasar juadah yang kembali hidup dan tersebar di enam kecamatan di Kota Pontianak.

“Kita bersyukur karena kegiatan ini sudah menjadi tradisi setiap Ramadan. Halaman Masjid Raya Mujahidin yang luas dimanfaatkan untuk pasar juadah, dan ini bagian dari siar ekonomi kerakyatan agar UMKM bisa bangkit,” kata Edi.

Menurutnya, hampir seluruh titik pasar juadah dipadati pedagang dan pembeli yang ingin meraih berkah Ramadan melalui peningkatan aktivitas ekonomi. Ia juga mengimbau para pedagang untuk menyajikan makanan terbaik dengan tetap menjaga kebersihan dan kualitas pangan.

“Pasar juadah ini menunjukkan semangat masyarakat dalam menggerakkan ekonomi sekaligus menjaga tradisi Ramadan. Kita harap pedagang tetap memperhatikan kebersihan dan kesehatan makanan yang dijual,” pesannya.

Kehadiran pasar juadah tidak hanya menjadi pusat berburu takjil, tetapi juga ruang silaturahmi dan penguatan ekonomi lokal yang terus tumbuh setiap Ramadan di Kota Pontianak.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar

Postingan populer dari blog ini

100 Tahun Jam Gadang Jadi Momentum Perkuat Diplomasi Indonesia–Belanda

BPS Lombok Timur Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Grebeg Suro 2026 di Singkawang Digelar, Wako Tjhai Chui Mie Gaungkan Harmoni Budaya