Suaraindo.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung pembangunan Jalan Akses Bandara Singkawang sepanjang kurang lebih 10 kilometer yang menghubungkan jalan nasional menuju pusat Kota Singkawang, Senin (2/3/2026).
Dalam kunjungannya, AHY menegaskan keberadaan jalan akses tersebut sangat vital dalam memperkuat konektivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Singkawang dan wilayah sekitarnya di Kalimantan Barat.
“Saya baru saja mendarat di Bandara Singkawang yang kini menjadi salah satu tulang punggung konektivitas di Kalimantan Barat, terutama untuk Singkawang dan sekitarnya. Jalan akses ini sangat penting karena memangkas waktu tempuh secara signifikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelum jalan tersebut dibangun, perjalanan dari jalan nasional menuju bandara dapat memakan waktu sekitar 30 menit. Kini, dengan tersambungnya ruas sepanjang 10 kilometer itu, waktu tempuh hanya sekitar 5 menit.
Pembangunan jalan akses ini dilaksanakan secara bertahap sejak 2023 hingga 2025 dengan total anggaran sekitar Rp115 miliar.
Pada tahap awal tahun 2023, pembukaan akses sepanjang 10 kilometer masih berupa jalan tanah. Selanjutnya pada 2024 dilakukan pengaspalan sekitar 4 kilometer, dan pada 2025 dituntaskan 6 kilometer sisanya hingga seluruh ruas kini telah beraspal.
AHY mengungkapkan, tantangan utama pembangunan jalan tersebut adalah kondisi tanah yang didominasi gambut dan rawa. Untuk itu, dilakukan penguatan struktur tanah melalui pemasangan cerucuk sedalam 4–6 meter dengan jarak sekitar 40 sentimeter, serta penggunaan geotekstil stabilisator guna memastikan daya dukung tanah tetap kuat sebelum pengaspalan.
“Secara umum jalan ini dua lajur, meskipun idealnya empat lajur. Saat ini baru sekitar 150 meter mendekati bandara yang sudah empat lajur. Ke depan akan dikembangkan sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat, tentu dengan perhitungan anggaran yang matang,” jelasnya.
Untuk pelebaran menjadi empat lajur secara keseluruhan, diperkirakan masih membutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp50 miliar.
Selain meninjau jalan akses bandara, AHY juga menerima paparan mengenai kondisi jalan nasional di Kalimantan Barat yang panjangnya mencapai sekitar 2.000 kilometer. Secara umum, 95–97 persen ruas dalam kondisi baik. Namun, sebagian masih memiliki lebar relatif sempit, yakni sekitar 4,5–5 meter dari idealnya 7 meter.
Ia turut menyoroti pembangunan jalan di kawasan perbatasan Kalimantan Barat–Malaysia yang membentang sekitar 600 kilometer, mulai dari Temajuk hingga Putussibau. Saat ini, sekitar 300 kilometer telah beraspal, sementara untuk menuntaskan seluruh ruas perbatasan tersebut dibutuhkan anggaran sekitar Rp8 triliun.
Menurut AHY, pembangunan jalan perbatasan tidak hanya berdimensi pertahanan dan keamanan sebagai beranda terdepan negara, tetapi juga memiliki nilai strategis ekonomi, mengingat kawasan tersebut dikelilingi perkebunan kelapa sawit serta aktivitas ekonomi produktif lainnya.
“Kami datang untuk mendorong sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur terus berjalan dan ada progresnya. Memang selalu ada tantangan anggaran, baik di pusat maupun daerah. Tugas kami di Kemenko Infrastruktur adalah menjembatani, memastikan sinergi antara Kementerian PU secara teknis dengan pemerintah daerah agar pembangunan tetap berkelanjutan,” tegasnya.
AHY juga menekankan pentingnya aspek perawatan infrastruktur yang telah dibangun. Menurutnya, pemeliharaan membutuhkan biaya tidak sedikit, namun sangat krusial agar kualitas jalan tetap terjaga.
“Perawatan juga penting. Jangan sampai kita membangun yang satu, sementara yang lain rusak. Infrastruktur harus dijaga agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” pungkasnya.
Kehadiran AHY di Singkawang bertepatan dengan rangkaian Festival Cap Go Meh yang menjadi agenda budaya tahunan berskala nasional dan internasional, sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah. Infrastruktur yang kuat, menurutnya, menjadi fondasi utama dalam mendukung kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut Direktur Pembangunan Jalan Ditjen Bina Marga Kementerian PU Asep Syarip Hidayat, Kepala BPJN Kalbar Chandra S, serta Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie.
AHY juga didampingi Staf Khusus Menko Agust Jovan Latuconsina, Herzaky Mahendra Putra, Irjen Pol. Arif Rachman, dan Tenaga Ahli Yudhi Prasetyo.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS













