GEMA DESA Digenjot, Bupati Kerinci Monadi Tegaskan Digitalisasi Desa Butuh Komitmen Bersama
Kegiatan ini melibatkan seluruh unsur pimpinan daerah, mulai dari Bupati dan Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga kepala desa dan forum kepala desa se-Kabupaten Kerinci. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan sistem pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan berbasis teknologi.
Bupati Kerinci, Monadi, dalam arahannya menegaskan bahwa digitalisasi desa merupakan kebutuhan mendesak di era modern. Menurutnya, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Digitalisasi desa bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, serta mempercepat pembangunan berbasis data,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada keseriusan semua pihak dalam menjalankannya.
“Ini merupakan kebijakan baru yang membutuhkan komitmen bersama untuk kita laksanakan,” tegasnya.
Namun di tengah komitmen tersebut, data di lapangan menunjukkan masih adanya tantangan serius dalam pelayanan di sejumlah desa.
Berdasarkan data yang dihimpun, beberapa desa mencatat tingginya jumlah pengajuan layanan yang belum terselesaikan. Desa Kecil di Kecamatan Air Hangat Barat, misalnya, dari total 91 pengajuan, hanya 4 yang diterima dan 2 ditolak, sementara 85 lainnya masih berstatus menunggu. Kondisi serupa terjadi di Desa Koto Dua Baru dengan 56 berkas masih menunggu dari total 72 pengajuan. Sementara itu, Desa Air Hangat mencatat 33 berkas tertunda dari 59 pengajuan.
Di sisi lain, terdapat desa yang menunjukkan kinerja lebih baik. Desa Sungai Asam di Kecamatan Kayu Aro Barat mencatat 51 pengajuan telah diterima dari total 73. Desa Pendung Talang Genting di Kecamatan Danau Kerinci juga menunjukkan progres positif dengan 35 pengajuan disetujui dan hanya 11 yang masih menunggu.
Perbedaan capaian ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam proses pelayanan antar desa, baik dari sisi kecepatan maupun efektivitas penyelesaian pengajuan. Kondisi ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah, terutama dalam memastikan implementasi digitalisasi desa benar-benar berjalan optimal dan tidak sekadar bersifat seremonial.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kerinci diharapkan dapat memperkuat infrastruktur serta sistem digital yang terintegrasi, sehingga mampu mempercepat proses layanan dan mengurangi penumpukan berkas.
Dengan komitmen yang telah dibangun, Pemerintah Kabupaten Kerinci optimistis digitalisasi desa melalui GEMA DESA dapat menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus mendorong terwujudnya desa mandiri dan modern di masa depan.
Komentar
Posting Komentar