Bertemu Kenalan TikTok, Remaja di Palembang Diduga Jadi Korban Pengeroyokan

SuaraIndo.Id - Seorang remaja berinisial HK (16) diduga menjadi korban pengeroyokan setelah bertemu dengan perempuan yang dikenalnya melalui media sosial TikTok. Akibat insiden tersebut, korban mengalami sejumlah luka di tubuh dan keluarganya melaporkan kasus itu ke Polrestabes Palembang. Laporan dibuat oleh Suryati Kemalasari (40), ibu korban, warga Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, pada Kamis (7/5/2026). Didampingi kuasa hukum korban, Dedy Irawan, SH., MH, pihak keluarga melaporkan dugaan tindak kekerasan terhadap anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. Peristiwa itu disebut terjadi pada Rabu (6/5/2026) dini hari di kawasan Jalan Way Hitam, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat I Palembang. Berdasarkan keterangan keluarga, korban sebelumnya berkenalan dengan seorang perempuan melalui TikTok hingga keduanya sepakat bertemu secara langsung. Korban kemudian mendatangi perempuan tersebut di sebuah rumah kos di lokasi kejadian. Namun, situasi berubah ketika beberapa orang yang mengaku sebagai keluarga perempuan datang dan diduga melakukan pengeroyokan terhadap korban. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka memar di wajah, luka gores di sejumlah bagian tubuh, serta mengeluhkan sakit di bagian kepala. Kuasa hukum keluarga korban, Dedy Irawan, menyesalkan tindakan kekerasan yang diduga dilakukan terhadap anak di bawah umur tersebut. Menurut dia, persoalan seharusnya dapat diselesaikan secara baik tanpa kekerasan. “Klien kami masih berstatus anak. Jika memang ada persoalan, seharusnya bisa diselesaikan melalui komunikasi atau jalur mediasi, bukan dengan pengeroyokan,” ujarnya. Ia juga menyebut berdasarkan pengakuan korban tidak terdapat unsur pemaksaan ataupun tindak pemerkosaan dalam pertemuan tersebut. Karena itu, pihak keluarga meminta aparat kepolisian segera mengusut kasus tersebut dan menindak para pelaku sesuai hukum yang berlaku. “Kami berharap laporan ini segera diproses karena korban mengalami banyak luka akibat diduga dianiaya secara bersama-sama,” pungkasnya.**

Komentar

Postingan populer dari blog ini

100 Tahun Jam Gadang Jadi Momentum Perkuat Diplomasi Indonesia–Belanda

BPS Lombok Timur Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Grebeg Suro 2026 di Singkawang Digelar, Wako Tjhai Chui Mie Gaungkan Harmoni Budaya