Suaraindo.id – Festival Seni Budaya Flobamora ke-3 Tahun 2025 resmi ditutup dalam suasana meriah di Balai Sungai Kedang, Sabtu malam (15/11/2025). Penutupan festival ini tidak hanya menjadi momentum perayaan kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur (NTT), tetapi juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam menjaga keberagaman sebagai kekuatan bersama.
Dalam sambutannya, Bupati Ketapang menegaskan bahwa pelestarian seni dan budaya merupakan bagian penting dari identitas masyarakat sekaligus modal sosial yang memperkuat persatuan.
“Seni budaya adalah jati diri sekaligus perekat kehidupan masyarakat yang hidup dalam keberagaman. Pemerintah Kabupaten Ketapang akan terus mendukung setiap upaya pelestarian dan pengembangan budaya,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Flobamora Kabupaten Ketapang atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan pada Pilkada 2024 lalu.
“Dukungan tersebut adalah amanah agar kami bekerja lebih keras, meningkatkan kualitas pelayanan publik yang berkeadilan, dan memastikan pembangunan berjalan bagi seluruh warga tanpa kecuali,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati mengangkat kembali hubungan historis masyarakat NTT dengan Ketapang. Pada tahun 1970-an, banyak tenaga pendidik asal NTT datang ke Ketapang dan menjadi bagian penting dalam membuka akses pendidikan di daerah ini.
Mereka menempuh perjalanan laut berhari-hari, kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju daerah terpencil. Dengan fasilitas sangat terbatas—jalan belum memadai, sekolah sederhana, minim listrik dan komunikasi—para guru NTT tetap mengabdikan diri mendidik generasi muda Ketapang.
“Jasa mereka menjadi fondasi kuat bagi kemajuan pendidikan di Ketapang hingga hari ini,” ujar Bupati.
Festival yang diprakarsai Komunitas Flobamora Kabupaten Ketapang ini berlangsung meriah dengan ragam tampilan budaya khas NTT. Mulai dari tarian tradisional, musik daerah, hingga parade busana adat, seluruhnya memikat perhatian para pengunjung.
Suasana semakin hangat dengan penampilan spesial Kris Tomahu, Runner Up X-Factor Indonesia, yang memberikan energi kebersamaan di malam penutupan.
Sebagai daerah multietnis, Ketapang digambarkan sebagai rumah besar bagi seluruh suku, budaya, dan agama. Nilai-nilai kebersamaan tumbuh dalam kehidupan yang saling menghormati dan damai.
“Saya berkomitmen mengayomi seluruh masyarakat secara adil, menjaga harmoni, dan memastikan setiap warga memiliki ruang yang sama untuk berkembang,” tegas Bupati.
Pemerintah Kabupaten Ketapang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, Komunitas Flobamora, serta masyarakat yang berperan aktif menjaga dan merawat kekayaan budaya di Bumi Ale-ale.
“Semoga Festival Seni Budaya Flobamora terus menjadi tradisi yang hidup, menghadirkan warna bagi keberagaman, serta mempererat solidaritas masyarakat NTT di Ketapang,” tutupnya.













