Suaraindo.id—Pemerintah Daerah Kabupaten Way Kanan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) bekerjasama dengan Universitas Lampung (UNILA) menggelar Seleksi Tertulis Pemiluhan Kepala Kampung serentak tahun 2021 gelombang ketiga, diikuti oleh 61 Bakal calon kepala kampung bertempat di Balai pertemuan Dinas PMK Way Kanan di Blambangan Umpu, Senin (12/4/2021)
Test tertulis ini digelar untuk Kampung yang lebih dari lima bakal calon, dengan jumlah 7 kampung 62 peserta bakal calon absen 1( 61).
Kepala Dinas PMK Ixuan Ahmadi, menyampaikan pelaksana test tertulis hari ini bekerjasama dengan tim Assesment/ penguji dari UPT Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Universitas Lampung sebanyak 6 orang yang diketuai oleh Diki Hidayat, namun berhalangan hadir maka digantikan oleh Dr. Nur Efendi.
“Sebelumnya semua peserta telah mengikuti test narkoba pada hari sabtu tanggal 10/4/2021 di Kantor BNN kabupaten Way Kanan,” kata Ixuan.
Materi yang diujikan meliputi materi kebangsaan, umum, dan pengetahuan pemerintahan kampung, materi kepemimpinan, Perpu dan Manajemen keuangan kampung.
“Jumlah soal yang diujikan sebanyak 100 soal yang diujikan dengan pilihan ganda ABCD, sesuai dengan absensi kehadiran Kampung serdang kuring (Bahuga) , Sumber Baru (Banjit), Setia Negara (Baradatu), Way Tuba Asri (Way tuba), Juku Kemuning, Suka jadi (Kasui), Karang agung, serupa indah, suka bumi (Pakuan Ratu), Curup patah (Gunung labuhan),” kata Dr Nur Efendi.
283 peserta yang telah mengikuti seleksi mengikuti test akan ditetapkan pada tanggal (14/4/2021) dikampung masing masing sekaligus pengundian nomer urut Calon Kepala Kampung.
Sumber dana kegiatan Pilkam 2021 bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Way Kanan 2021. Dengan skema panitia kampung mengajukan besaran anggaran sesuai rincian yang telah ditetapkan besarannya kepada BPKAD setelah itu dana ditransfer ke kampung.
Dana tersebut digunakan untuk belanja 1. Surat suara 2. Kotak suara 3. Honor panitia pemilihan kampung 5. Biaya rapat dan minum kegiatan.
“Dimana jumlah anggaran tersebut digunakan sejak bulan Januari hingga bulan Mei 2021 berbeda beda untuk setiap kampung minimal 40 juta sedangkan Dana desa diambil untuk dana protokol kesehatan covid-19,” tegas Ixuan.













