Pertamina Mulai Sosialisasikan MyPertamina di Empat Daerah Sumbar

  • Bagikan
Masyarakat melakukan pendaftaran aplikasi MyPertamina

Suaraindo.id- Pertamina mulai melakukan sosialisasi penggunaan aplikasu MyPertamina di empat wilayah Sumatera Barat sejak tanggal 01 Juli 2022.

Pada tahap awal, Pertamina menargetkan pada kendaraan roda empat yang ingin mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite dan Solar.

“Untuk empat SPBU yang ada di Sumbar ini yang pertama untuk menjadi lokasi sosialisasi kami yakni Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar,” ujar Section Head Communication & Relations Pertmina Sumbagut, Agustiawan, Jumat (1/7/2022) saat sosialisasi SPBU 14.271.536 di Ngalau, Kecamatan Padang Panjang Timur, Kota Padang Panjang.

“Untuk itu kami ingin melihat sejauh mana respon masyarakat. Maka, untuk itu kami mencoba ambil daerah yanh tingkat responnya tinggi. Apalagi, bagi daerah perlintasan dan wisata,” bebernya.

Ia tak menampik, respon penerapan MyPertamina ini masih menjadi tantangan pihaknya karena masyarakat belum mendapatkan informasi seluruhnya.

“Jadi untuk menggunakan MyPertamina ini masyarakat dapat mengakses website subsiditepat.mypertamina.id dengan dokumen yang dibutuhkan antara lain KTP, STNK kendaraan, foto kendaraan, alamat email, dan dokumen lain sebagai pendukung. Jika seluruh syarat telah dipenuhi, masyarakat untuk melakukan konfirmasi daftar sekarang,” jelasnya.

Sementara itu, Pengawas Operasional SPBU 14-271-536, Jalan Ahmad Yani No 32 Ngalau, Padang Panjang Timur, Sarman Simarmata mengungkapkan, untuk kendaraan yang terdaftar nantinya akan diberikan barcode, Sedangkan jika tidak terdaftar akan diarahkan untuk mendaftar.

“Jadi untuk saat ini sosialisasi dari pihak SPBU sekaigus membantu pengendara untik registrasi, jika diterima nanti keputusan dari vervikasi pusat,” katanya.

Disisi lain, pengendara mobil, Usman Efendi yang berprofesi sebagai pedagang harian mengungkapkan masih kesulitan melakukan registrasi.

“Masih sedikit repot. Namun saya ingin coba daftar, dan ini merupakan inisiatif sendiri,” tuturnya.

Lain dengan Efendi, Agus yang keseharian membawa mobil pariwisata mengatakan program ini sangat mempersulit, apalagi ia membawa kendaraan pariwisata yang selalu hilir mudik ke beberapa daerah.

“Saya sangat sulit dengan ada ini, jadi ketika mau ngisi daftar dulu. Ini kendala kita dijalan, jika memang benar ini cukup untuk kendaraan lokal saja,” pungkasnya.

Penulis: RedEditor: Yusman
  • Bagikan