Pedagang Positif Corona, 2 Pasar di Surabaya Ditutup 2 Pekan

  • Bagikan
Warga berbelanja di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, Selasa, 31 Maret 2020. Pasar tradisional itu tampak masih ramai dikunjungi pembeli di tengah merebaknya wabah virus Corona. (Teras.id)


Suaraindo.id-
Dua pasar di Kota Surabaya, Jawa Timur ditutup selama 14 hari mulai 7-20 Mei 2020 setelah ditemukan dua pedagang terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19. Kedua pasar itu adalah Pasar Simo di Jalan Simo Kalangan dan Pasar Simo Gunung di Jalan Banyu Urip.

Direktur Teknik dan Usaha Perusahaan Daerah Pasar Surya, Muhibuddin, menyebutkan pagi hari tadi adalah hari terakhir pedagang berjualan di kedua pasar itu. “Siang ini, pukul 12.00 WIB, dua pasar itu ditutup,” katanya, Kamis, 7 Mei 2020.

Penutupan dua pasar tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi antara Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Satuan Polisi Pamong Praja (Sapol PP), Bagian Perekonomian, PD Pasar, Camat Sawahan dan Camat Sukomanunggal di kantor Satpol PP Surabaya, Rabu (6/5).

Hasil rapat tersebut memutuskan mulai 7-20 Mei 2020 tidak ada aktivitas pedagang di Pasar Simo dan Pasar Simo Gunung karena berdasarkan hasil swab. “Sehari sebelum penutupan, kami sudah sosialisasikan kepada para pedagang di dua pasar itu,” ujar Muhibuddin.

Pihaknya juga sudah membuat surat edaran Nomor SU-950/01/V/2020 Tentang Pemberitahuan Penutupan Pasar Simo dan Pasar Simo Gunung. Saat ini ada sekitar 160 pedagang di Pasar Simo dan 90 pedagang di Pasar Simo Gunung. “Kami berharap semua pedagang sudah mengetahui informasi itu,” ujarnya.

Muhibuddin mengatakan selama ini di pasar tradisional yang dikelola PD Pasar sudah menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah yakni pedagang dan pembeli diwajibkan menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menyediakan cairan pembersih tangan dan alat tes suhu badan.

Adapun untuk Pasar Krempyeng di sekitar Pasar Simo dan Pasar Simo Gunung, Muhibuddin mengatakan pasar itu bukan kewenangan PD Pasar melainkan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) setempat. “Banyak juga PKL (pedagang kaki lima) yang berjualan di luar pasar. Bahlan kalau sore hari banyak yang berjualan takjil,” kata Muhibuddin.

Sampai sekarang ada tujuh pasar yang ditutup akibat pedagangnya terpapar Corona. Ketujuh pasar itu adalah Pasar Kapasan, Pusat Grosir Surabaya (PGS), Pasar Gresik PPI, Pasar Kupang Gunung, Pasar Jojoran I, Pasar Simo dan Pasar Simo Gunung.
Sumber:Teras.id

  • Bagikan