Sekilas Info

Vaksin

9 Perusahaan Obat akan Pastikan Keamanan Vaksin Covid-19 sebelum Minta Izin Pemerintah

Perusahaan obat yang bersaing mengembangkan vaksin virus corona berjanji memastikan keamanan vaksin Covid-19 (foto: ilustrasi).

Suaraindo.id-Sembilan pimpinan eksekutif perusahaan obat yang bersaing mengembangkan vaksin virus corona, hari Selasa (8/9) bersama-sama mengatakan tidak akan meminta izin pemerintah AS untuk penggunaan vaksin itu sampai tes Fase 3 menunjukkan vaksin itu aman.

Pernyataan itu disampaikan sementara Presiden Donald Trump mengatakan mungkin ada pengumuman mengenai vaksin yang manjur sebelum pemilihan umum 3 November.

"Kami yakin janji ini akan membantu memastikan kepercayaan publik dalam proses ilmiah dan peraturan yang ketat di mana vaksin Covid-19 dievaluasi dan pada akhirnya bisa disetujui," kata para eksekutif itu dalam pernyataan bersama.

Para pemimpin eksekutif itu bertekad perusahaan "hanya akan meminta izin atau menggunakan kewenangan darurat setelah bakal vaksin aman dan manjur melalui studi klinis Tahap 3 yang dirancang dan dilakukan untuk memenuhi persyaratan dari pakar otoritas yang berwenang," termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan AS.

Para eksekutif itu mengatakan akan "selalu mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan individu yang divaksinasi."

Umumnya, sebuah pernyataan bahwa perusahaan-perusahaan obat akan mematuhi standar keselamatan bukan hal yang dianggap luar biasa. Tetapi pernyataan para pimpinan itu disampaikan ketika Trump mendesak persetujuan vaksin yang cepat.

Pada konferensi pers di Gedung Putih hari Senin, Trump mengatakan persetujuan vaksin bisa keluar "sebelum tanggal yang sangat istimewa."

Pemilu presiden akan berlangsung delapan minggu lagi, ketika Trump, calon dari Partai Republik, menghadapi penantangnya dari Partai Demokrat, mantan Wakil Presiden Joe Biden.

Biden menuduh Trump salah menangani tanggapan pemerintah terhadap virus corona, yang sekarang sudah menewaskan lebih dari 189.000 orang Amerika, paling banyak dibandingkan negara manapun dan menginfeksi lebih dari 6,3 juta.

Biden hari Senin mengatakan akan langsung divaksinasi jika vaksin sudah tersedia. Namun, ia akan melakukannya hanya jika vaksin itu dinyatakanaman oleh para ahli. [my/ka]

Penulis: VOA
Editor: Heni Sutriati

Baca Juga