Perusahaan Perkebunan dan Masyarakat Perbatasan di Bengkayang Nyatakan Komitmen Bersama Antisipasi Karhutla

  • Bagikan

Suaraindo.id– Jajaran Forum Koordinasi Dua Kecamatan bersama pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. WKN dan masyarakat wilayah perbatasan Kabupaten Bengkayang menyatakan komitmen bersama dalam mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan diarea perkebunan.

Komitmen bersama tersebut disampaikan dalam rangkaian aksi simulasi penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di area perkebunan PT. WKN selasa, (27/10/2020).

Sekretaris Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang Tekcan mengatakan bahwa komitmen bersama  jajaran frokopimcam dan semua desa di Kecamatan Jagoi Babarang bersama pihak perusahaan ini diharapkan menjadi solusi dalam penanganan karhutla secara bersinergi sehingga tidak ada saling tuding jika nantinya terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.

Sebab dua kecamatan diperbatasan ini dinilai merupakan daerah yang rawan terjadinya karhutla mengingat area perkebunan perusahaan dan area lahan milik masyarakat masih banyak yang berdampingan.

“Karena itu pencegahan dan penanganan karhutla  terus di dorong untuk bersinergi antara masyarakat dan pihak perusahaan khususnya diperusahaan PT.WKN,” ungkap Tekcan.

Ia pun berharap agar aksi penangana dan pencegaha  karhutla bisa dilakukan secara nyata  dan bersinergi baik itu yang terjadi di wilayah lahan masyarakat maupun lahan milik perusahaan.

“Kami Pemerintah Kecamatan Jagoi Babang sangat menyambut baik kegiatan yang diinisiasi pihak perusahaan ini, kami  berharap agar kegiatan ini bukan hanya seremonial namun diterapkan dengan aksi nyata dan kami akan melihat kembali aksi-aksi yang di lakukan perusaan,” sambung Tekcan.

Selanjutnya ia juga menghimbau kepada masyarakat maupun pihak perusahaan agar tetap melakukan koordibasi jika masyarakat membuka lahan bersama dengan pihak perusahaan.

“Koordinasi penting dilakukan jika ingin membuka lahan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ketusnya.

Sementara itu  Manager Security Legal Social PT. WKN Sosimus Yuto mengaku jika pihak perusahaan selalu siap dan berkomitmen dalam mengantisipasi terjadinya karhutla di wilayah area perkebunan yang berbatasa  langsung dengan lahan milik masyarakat dengan menyiagakan fasilitas peralatan yang sudah disiagakan.

“Selama ini perkebunan selalu mendapat tudingan titik hot spot atau titik api berada diarea perkebunan  padahal titik api yang terjadi di area lahan ladang masyrakat kebetulan berdampingan langsung dengan lawasan perkebunan perusahaan,” ungkap Sosimus Yuto.

Ia mengatakan, sebagai orang yang sudah lama berkecimpung dihutan tanaman industry (HTI) perkebunan, pihaknya mengaku selalu siap siaga dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan.

“Kami berharap melalui penandatangan kesepakatan bersama seluruh muspika masyarakat memiliki komitmen yang sama artinya berkomunikasi yang baik dalam mengatasi karhutla terutama masyarakat yang akan membuka lahan ladang minimal pemberitahunan,” tambahnya.
Disisi lain, Kapolsek Seluas Ipda Wandi mengapresiasi upaya yang dilakukan pihak perusahaan dalam penanganan dan pencegahan karhutla diarea perkebunan wilayah perbatasan.

Ia pun berharap agar kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan perkebunan lainnya.

“Tentunya kita memang harus selalu siaga, karena itu saya menghimbau kepada masyarakat terutama masyarakat peladang kita menghormati kearifan lokal namun juga sesuai pedoman aturan pergub membakar lahan ladang di beri batasan seluas dua hektar. Jika sudah melebihi aturan membakar maka penegakan hukumjuga akan di berlakukan,’’ tegas Ipda Wandi

  • Bagikan