Suaraindo.id-Laporan media mengatakan 11 guru yang diculik pada hari Selasa (3/11) dari dua sekolah berbahasa Inggris yang dikelola gereja di bagian utara Kamerun dibebaskan pada Kamis sore (5/11).
Penyerang tak dikenal menyandera guru-guru tersebut pada Selasa dalam penyerbuan terhadap sekolah-sekolah yang terletak di kota Kumbo. Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas penyerbuan tersebut.
Menurut kantor berita Abadolu, Samuel Fonki, kepala Gereja Presbyterian Kamerun mengatakan, tidak ada uang tebusan yang dibayarkan dan gereja serta serikat guru mendesak penculik untuk membebaskan sandera mereka.
Kumbo merupakan kawasan di mana pemerintah Kamerun terlibat dalam konflik yang masih terus berlangsung dengan pemberontak separatis yang ingin melepaskan diri dari negara yang mayoritas penduduknya berbahasa Perancis itu.
Penculikan itu terjadi kurang dari dua minggu setelah orang-orang bersenjata tak dikenal menyerbu sebuah sekolah yang menggunakan bahasa pengantar Inggris di bagian barat Kamerun, menewaskan tujuh anak-anak. Sejauh ini, belum ada konfirmasi publik tentang penangkapan terkait serangan-serangan sekolah tersebut. [lj/uh]













