Sekilas Info

Eropa

Sejumlah Perempuan Rusia Tuntut Pembebasan Tahanan Politik

Aksi protes seratusan perempuan Rusia menuntut pembebasan tahanan politik di Moskow, hari Minggu (14/1).

Suaraindo.id--Bertepatan dengan perayaan Hari Valentine, seratusan perempuan Rusia hari Minggu (14/1) melangsungkan protes solidaritas di pusat kota Moskow, menuntut pembebasan tahanan politik.

Perempuan-perempuan ini meneriakkan kalimat “cinta lebih kuat dibanding rasa takut,” yang menjadi slogan protes itu, sambil membawa bunga dan pita putih yang melambangkan perlawanan damai.

“Saya berada di sini untuk menyampaikan pandang saya sebagai warga negara bahwa saya tidak setuju dengan penghancuran hukum di negara kami. Saya ingin menunjukkan dukungan dan rasa solidaritas sebagai perempuan, pada perempuan-perempuan yang mengalami tekanan politik; bahkan tidak saja kaum perempuan, tetapi juga seluruh orang yang terdampak situasi ini. Kita semua telah terkena dampaknya,” kata Alina.

Sementara Dasha mengatakan, “Hari Valentine biasanya dinilai sebagai perayaan cinta, dengan hal-hal romantis seperti bunga mawar dan lainnya. Kami di sini ingin memberikan arti baru, untuk menyatakan bahwa cinta lebih kuat dibanding rasa takut. Kami ingin menunjukkan rasa solidaritas pada mereka-mereka yang berada dalam masa mengkhawatirkan ini, melalui peristiwa-peristiwa yang menakutkan, untuk sama-sama melawannya dan saling mencintai satu sama lain.

Demonstrasi ini dilakukan para pendukung pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny, guna mendukung istrinya Yulia dan perempuan lain yang dinilai telah menjadi korban tekanan politik.

Para pendukung Navalny juga menyerukan demonstrasi di seluruh negara itu pada Minggu sore di mana para demonstran diminta menyalakan senter di halaman gedung apartemen atau rumah mereka. [em/jm]

Penulis: VOA
Editor: Heny

Baca Juga