Putra Terpidana Mati Bahrain Kembali Kirim Gambar ke Lewis Hamilton

  • Bagikan
Ahmed (12 tahun), putra Mohammed Ramadhan, mantan anggota pasukan keamanan Bahrain yang menghadapi hukuman mati di Bahrain, memegang gambar mobil Formula Satu pembalap F1 Lewis Hamilton di Manama, Bahrain, Kamis, 17 Maret. 2022. (AP)

Suaraindo.id–Putra seorang terpidana mati di Bahrain kembali mengirim sebuah gambar kepada juara Formula Satu tujuh kali Lewis Hamilton. Ia masih berharap pembalap Inggris itu dapat membantu menyelamatkan nyawa ayahnya.

Menjelang sesi pembukaan balapan F1 pada hari Minggu di Bahrain, bocah berusia 12 tahun itu dengan bangga memamerkan gambar mobil balap Hamilton yang terkenal, Mercedes No. 44. Di bawah gambar itu, ia menuliskan harapan dalam bahasa Inggris yang pada intinya meminta Lewis membantu membebaskan ayahnya yang tidak bersalah dari kemungkinan menjalani hukuman mati.

Ahmed, demikian nama bocah berusia 12 tahun itu, adalah putra Mohammed Ramadhan, mantan anggota pasukan keamanan Bahrain yang menghadapi hukuman mati.

Gambar tersebut diperlihatkan kepada Associated Press oleh Ahmed, yang didampingi oleh ibunya, Zainab Ebrahim, ketika mereka berbicara dalam sebuah wawancara pada hari Kamis (17/3) di Bahrain. Salinan gambar itu juga dikirim ke tim Hamilton oleh Institut HAM dan Demokrasi Bahrain.

Ahmed berbicara dengan suara pelan ketika ia berbicara tentang mengapa ia membuat gambar itu.“Saya menggambar ini untuk menyemangati Lewis,” katanya. Menenangkan dirinya dengan napas dalam-dalam, ia menambahkan: “Ada banyak hal yang dapat dipengaruhi Lewis dan dapat diubahnya.”

Ini adalah kedua kalinya Ahmed menggambar mobil Hamilton dan mengirimkannya ke bintang balap Inggris itu, dengan harapan ia bisa mengubah nasib ayahnya.

Ayahnya adalah salah satu dari tiga korban penyiksaan yang secara pribadi menulis kepada Hamilton pada November 2020.

Mohammed Ramadhan merinci bagaimana ia ditangkap setelah mendukung pemberontakan prodemokrasi Bahrain, dan kemudian diduga dijebak dalam kasus pembunuhan dan dipukuli dengan jeruji besi untuk mendapatkan pengakuannya.

Setelah membaca surat-surat itu, Hamilton bersumpah untuk tidak mengabaikan permintaan untuk memperbaiki kondisi HAM di Bahrain dan negara-negara lain tempat penyelenggaraan lomba balap F1.

Ahmed (12 tahun), putra Mohammed Ramadhan, di Manama, Bahrain, Kamis, 17 Maret 2022, memegang gambar mobil F1 bertuliskan pesan untuk pembalap F1 Lewis Hamilton, agar membantu membebaskan ayahnya yang berada di penjara dan terancam hukuman mati. (AP)
Ahmed (12 tahun), putra Mohammed Ramadhan, di Manama, Bahrain, Kamis, 17 Maret 2022, memegang gambar mobil F1 bertuliskan pesan untuk pembalap F1 Lewis Hamilton, agar membantu membebaskan ayahnya yang berada di penjara dan terancam hukuman mati. (AP)

“Lewis adalah yang terbaik,” kata Ahmed, tersenyum malu-malu ketika ditanya apa pendapatnya tentang upaya Lewis Hamilton yang sedang berlangsung. ”Saya sangat senang mendengar Lewis mengatakan bahwa ia bersedia membantu mereka yang membutuhkan.”

Ibu Ahmed berharap suara Hamilton lebih keras terdengar. “Lewis memiliki pengaruh dan ia dapat berbicara dengan teman-temannya, dan ia dapat mempengaruhi pemerintah Bahrain untuk menyelidiki kembali dan berbicara tentang para korban,” katanya sambil duduk di sebelah putranya. ”Mungkin menemukan keadilan untuk kasus mereka.”

Zainab Ebrahim dan ketiga anaknya tidak bisa berkunjung ke penjara sekehendak hati mereka karena pembatasan yang ketat. Mereka bahkan dilarang menyentuh Ramadhan.

”Sangat sulit tanpa ayah mereka di sini. Ketika ayah mereka ditangkap, Ahmed berusia empat tahun dan si kembar berusia dua tahun,” katanya. ”Itu sangat mempengaruhi kondisi psikologi mereka. Mereka banyak menangis, merasa kesal. Mereka selalu bertanya tentang ayah mereka.”

Hamilton telah menginspirasi para penyintas penyiksaan lainnya seperti Najah Yusuf dan Ali AlHajee, dua lainnya yang menulis surat kepada Hamilton pada November 2020. AlHajee berada di penjara Jau, sekitar 11 kilometer dari tempat Hamilton berlomba pada hari Minggu.

Nama Hamilton kini populer di penjara. “Para narapidana mulai menulis atau menggambar `Sir 44′ atau `Lewis 44′ di pakaian mereka, yang akan mereka pakai saat menonton balapan,” tulis AlHajee baru-baru ini kepada Hamilton. “Para tahanan melihat Anda tidak hanya sebagai juara olahraga dunia, tetapi sebagai seseorang yang membela hak asasi mereka.” [ab/uh]

  • Bagikan