Dari Pesisir Batu Bara ke Gelar Doktor, Kisah Dr. Muhammad Zein Damanik yang Tak Pernah Lupa Pesan Ayah

  • Bagikan
dr. Muhammad zei Damanik di dampingi ayahanda tercinta syech Saharuddin Damanik.

Suaraindo.id – Haru dan bangga menyelimuti keluarga besar Kabupaten Batu Bara. Putra pesisir pantai timur Sumatera Utara, Dr. Muhammad Zein Damanik, resmi menyandang gelar Doktor Pendidikan Islam setelah diwisuda Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Kamis, 7/5/2026.

Prosesi wisuda berlangsung khidmat di Gelanggang Mahasiswa Kampus I UINSU, Jalan IAIN No.1 Medan. Di barisan terdepan yang mendampingi, hadir ayahanda tercinta Syech Saharuddin Damanik, istri, anak-anak, dan keluarga besar Tuan Guru Syech Saharuddin Damanik.

Gelar doktor yang diraih Dr. Zein menjadi bukti nyata semangat anak daerah Batu Bara menembus pendidikan tertinggi. Selama ini ia dikenal tekun di dunia pendidikan dan aktif menguatkan nilai-nilai keislaman serta literasi masyarakat.

Dalam sambutannya yang penuh haru, Dr. Zein menyebut ayahnya sebagai panutan utama. “Beliau bukan hanya kepala keluarga, tapi juga guru yang saleh, istiqamah, dan menanamkan cinta ilmu kepada kami berlima bersaudara,” katanya.

Sejak pendidikan dasar di Batu Bara hingga meraih doktor di UINSU, pesan sang ayah selalu sama: jadi pribadi yang bermanfaat, khususnya di dunia pendidikan. Pesan itu kini jadi bahan bakar pengabdiannya.

Keberhasilan Dr. Zein diharapkan jadi pemantik semangat generasi muda Batu Bara. Bahwa pendidikan tinggi bukan hal mustahil, dan lewat ilmu, daerah bisa dibangun, kualitas SDM bisa ditingkatkan.

Usai diwisuda, ia sudah mematok target berikutnya: Guru Besar. “Semoga Allah mudahkan langkah saya menuju profesor, agar bisa terus memberi manfaat lewat pendidikan,” ujarnya.

Bagi Batu Bara, nama Dr. Muhammad Zein Damanik kini menambah daftar putra daerah yang mengharumkan nama kampung halaman lewat jalur ilmu. Dari pesisir Batu Bara ke ruang akademik tertinggi, langkahnya jadi inspirasi.

Penulis: Rendi braga
  • Bagikan