Lima Sindikat Pembuat SIM Palsu Dibekuk Satreskrim Polres Tubaba

  • Bagikan
Foto Ilustrasi

Suaraindo.id—Kawanan Sindikat pembuat Surat Izin Mengemudi ( SIM) diamankan Satreskrim Polres Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, Senin (20/6).

Kasatreskrim Polres Tubaba AKP Fredy Aprida Parina mengatakan, bahwa pihaknya Sabtu (18/6) telah mendapatkan informasi adanya pembuatan dokumen SIM Palsu dan langsung mengamankan lima orang tersangka.

“Kelima tersangka kita amankan di Mapolres Tubaba guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Kelima tersangka ialah, AS (26), AM (26), AR (26), KM (34) dan AP (22) merupakan Warga Tiyuh Mulya Kencana dan Tiyuh Mulya Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah (Tubaba).

Peran pelaku AS merupakan otak kejahatan membuat atau mengedit SIM Palsu menggunakan aplikasi Photo Editor menyerupai SIM asli, dengan mengubah Foto SIM palsu menjadi file PDF dengan ukuran sesuai dengan SIM aslinya, dan mendapatkan keuntungan Rp 100.000 sampai Rp.150.000 per 1 buah SIM.

Sementara, pelaku AM mencari tempat percetakan (Fotocopy) untuk mencetak SIM palsu, mendapatkan keuntungan Rp. 100.000 sampai 150.000 per SIM, sedangkan Pelaku AR mencari pelanggan yang ingin membuat SIM palsu, mengumpulkan dokumen berufa Foto orang dan Foto KTP, mengirimkan dokumen kepada ANGGI, mengambil atau menerima uang dari pelanggan yang membuat SIM palsu, mendapatkan keuntungan Rp. 1.100.000 per 1 buah SIM, dan untuk pelaku KM berperan mencetak atau print SIM palsu, mendapatkan keuntungan Rp. 20.000 per 1 buah SIM, sedangkan pelaku AP berperan mencari pelanggan yang ingin membuat SIM palsu mendapatkan keuntungan Rp. 100.000 per 1 buah SIM.

Dari tangan pelaku pihaknya telah mengamankan barang bukti 5 unit handphmend, 5 buah SIM BI UMUM diduga palsu, 1 buah SIM BII UMUM didugkomplot, 1 unit printer merek canon 2770 dan Kertas PVC merk e-Prirum.

“Ketiga pelaku itu dijerat Pasal 263 ayat (1)KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1e KUHP tentang Pemalsuan Surat ancaman hukuman penjara paling lama 6 tahun penjara,” kata Kasat.

Penulis: FebriEditor: Redaksi
  • Bagikan