Suaraindo.id – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia Daniel Johan mengajar masyarakat mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi pemilu 2024.
Hal itu disampaikan dalam ketika menggelar Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara kepada ratusan kader serta simpatisan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Sabtu (22/07/2023).
Daniel Johan yang juga Ketua DPP PKB menjelaskan, MPR RI sebagai lembaga legislatif negara terus berusaha menghidupkan kembali nilai-nilai tersebut, salah satunya dengan terus menyosialisasikan empat pilar yang digagas mendiang Taufik Kiemas, mantan Ketua MPR.
Keempat pilar yang biasa disingkat PBNU oleh kader PKB itu yakni, Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Bentuk Negara, UUD NRI 1945 sebagai Konstitusi Negara dan Ketetapan MPR.
Dalam pemaparan materinya, politisi yang populer dengan singkatan ”DJ” ini mengungkapkan, pentingnya pengamalan Empat Pilar Kebangsaan, untuk menyambut pesta demokrasi 2024.
Pancasila bukan saja ideologi dan dasar negara, melainkan juga hasil dari implementasi hidup bermasyarakat dan interaksi antar anggota masyarakat.
“Oleh karena itu, apa yang sudah dirumuskan oleh pendiri bangsa harus kita aplikasikan dalam hidup sehari – hari agar kita kokoh sebagai bangsa,” ujarnya.
Terlebih saat ini, lanjut dia, banyak sekali hoax, ujaran kebencian, propaganda perpecahan jelang pemilu yang berusaha memecah belah persatuan bangsa.
“Mengamalkan Pancasila merupakan jawaban yang tepat untuk membentengi diri dari pengaruh negatif isu-isu tersebut,” papar Korwil Kalbar DPP PKB tersebut.
Selain mengamalkan Pancasila, kata dia, menghayati dan memahami Bhinneka Tunggal Ika juga penting, karena Indonesia adalah bangsa yang memiliki banyak perbedaan.
“Justru inilah kekayaan yang membuat kita menjadi bangsa besar, bukan sebaliknya, memecah belah bangsa,” tutup Anggota Komisi IV DPR tersebut.
Kegiatan yang juga diikuti para kepala desa, menurut Ketua Panitia Pelaksana, diharapkan menjadi forum dialog untuk menyikapi pelbagai permasalahan di masyarakat.













