Pinus Dukung Produk KUPS Bernilai Ekonomis di Sumsel

  • Bagikan
Pilar Nusantara (Pinus) gelar temu regional se-Sumsel untuk mendukung produk kelompok usaha perhutanan sosial (KUPR) perempuan (SuaraIndo.id/Nisa)

SuaraIndo.id – Pilar Nusantara (Pinus) menggelar temu regional perempuan dan generasi muda pengelola perhutanan sosial dengan tema “Memperkuat dukungan dan kolaborasi para pihak bagi pengembangan kelompok usaha perhutanan sosial perempuan dan generasi muda (KUPS PGM)” yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Grand Daira Palembang, Rabu (20/12/2023).

Koordinator daerah Pinus Sumatera Selatan (Sumsel), Yunita Sari mengatakan bahwa temu regional ini untuk mempertemukan para perempuan dan generasi muda pengelola perhutanan sosial yang jumlahnya hanya 5%.

“Padahal perempuan itu dalam sumber daya alam khususnya hutan sangat penting sekali, tetapi pada prakteknya mereka tidak dilibatkan dalam pengelolaannya. Jadi kami membentuk KUPS perempuan,” katanya.

Dilanjutkannya, KUPS perempuan sudah dibentuk di 5 desa di Semende Kabupaten Muara Enim. Yaitu KUPS PGM Anakmelai desa Penyandingan Kecamatan Semende Darat Laut, KUPS PGM Pandan Indah desa Kota Padang dan KUPS PGM Beringin Jaya desa Tenam Bungkuk Kecamatan Semende Darat Tengah, KUPS PGM Muara Jaya desa Tanjung Agung dan KUPS PGM Sepakat desa Danau Gerak Kecamatan Semende Darat Ulu.

“Jadi Pinus dalam satu tahun ini sudah mendampingi dalam sosialisasi, pembentukan, dikeluarkannya SK, pembuatan AD-ART, penguatan kelembagaannya, pelatihan, sampai dikeluarkannya produk.

Karena Semende terkenal dengan kopi, maka Pinus bersama ibu-ibu KUPS PGM membuat produk turunan kopi. Seperti kopi grade C dan D kami manfaatkan menjadi parfum kopi, masker kopi, pengharum ruangan, dan lilin aroma terapi yang kami manfaatkan bernilai lebih ekonomis daripada kami menjual bubuk kopi itu sendiri,” terang Yunita.

Yunita menuturkan, bahwa sebelum adanya temu regional di Sumsel ini sudah ada temu nasional dari KUPS PGM, dan diakhir nanti akan dibentuk forum perempuan penjaga dan pengelola hutan di Sumsel.

“Untuk jumlah peserta perempuan yang sudah memiliki kelompok di perhutanan sosial itu masih sedikit di Sumsel, jadi kami mengundang 5 kelompok KUPS dari Semende Muara Enim, woman champion atau perempuan yang vokal di kelompoknya dari Musi Rawas, dari Kabupaten Musi Banyuasin, dan dari Kabupaten Banyuasin,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pinus Indonesia Rabin Ibnu Zainal mengatakan bahwa temu regional ini memang se-Sumsel, namun gerakan ini baru diinisiasi di Semende.

“Alhamdulillah dari pertemuan ini banyak yang ingin melakukan hal serupa atau mereplikasi kegiatan ini, artinya mereka sadar ternyata bahwa kaum perempuan perlu juga dilibatkan dalam pengelolaan hutan sosial. Selanjutnya kegiatan ini sebenarnya untuk memasarkan produk-produk dari KUPS di Semende yang terbuat dari limbah kopi,” pungkasnya.

  • Bagikan