SuaraIndo.Id — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) resmi mengunci arah politiknya dengan menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Bupati Asgianto, ST dan Wakil Bupati Iwan Tuaji, SH untuk periode 2025–2030.
Sikap politik tersebut disampaikan Ketua DPC PKB PALI, Aka Cholik Darlin, S.Pd.I., SH., MM menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Pali 2026.
Ia menegaskan, keputusan tersebut bukan hanya manuver politik sesaat, melainkan bagian dari strategi jangka menengah partai di tingkat daerah.
“Dukungan ini merupakan sikap politik resmi partai yang telah dituangkan dalam Surat Pernyataan Sikap PKB Nomor: 003/DPC-16.12/I/IV/2026. PKB PALI mengambil posisi jelas dalam mendukung pemerintahan yang sah,” kata Aka Cholik dalam keterangannya, Sabtu (18/4/2026).
Menurut dia, terdapat sejumlah pertimbangan strategis di balik keputusan tersebut. Salah satunya adalah kebutuhan menjaga stabilitas politik daerah agar agenda pembangunan dapat berjalan tanpa gangguan dinamika politik yang berlebihan.
Selain itu, PKB menilai kepemimpinan Asgianto–Iwan Tuaji memiliki ruang sinergi yang kuat dengan platform politik partai, khususnya dalam mendorong kebijakan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat bawah.
“Sinergi ini penting. PKB tidak hanya berada di posisi mendukung, tetapi juga memastikan setiap kebijakan tetap berada dalam koridor kepentingan publik,” ujarnya.
Dalam konteks politik lokal, langkah PKB PALI juga dibaca sebagai upaya memperkuat positioning partai menjelang Muscab 2026.
Konsolidasi internal dinilai krusial untuk memastikan soliditas kader sekaligus mempertegas garis komando politik di semua tingkatan.
DPC PKB PALI, lanjut Aka Cholik, telah menginstruksikan seluruh kader untuk aktif mengawal dan menyukseskan program pemerintah daerah.
Kader diminta tidak hanya bergerak dalam struktur formal partai, tetapi juga hadir di tengah masyarakat sebagai penggerak sekaligus penyambung aspirasi.

“Kader PKB harus menjadi kekuatan politik yang hidup di tengah masyarakat. Mengawal program, menyerap aspirasi, dan memastikan pembangunan benar-benar dirasakan,” tegasnya.
Di sisi lain, PKB juga menegaskan tetap menjalankan fungsi kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Dukungan politik yang diberikan, kata dia, tidak menghilangkan peran partai sebagai pengawas kebijakan publik.
“Mendukung bukan berarti tanpa kritik. PKB akan tetap mengawal agar kebijakan pemerintah daerah tetap berpihak kepada rakyat,” kata Aka Cholik.
Muscab PKB 2026 sendiri dipandang sebagai momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menegaskan arah perjuangan politik partai di Kabupaten PALI.
Dengan sikap politik yang telah ditegaskan, PKB PALI menunjukkan upaya untuk menjadi aktor kunci dalam menjaga keseimbangan antara kekuasaan dan kepentingan publik di tingkat daerah. **













