Suaraindo.id—Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Barat, AL Leysandri mewakili Gubernur Kalbar memberikan sambutan pada kegiatan Diseminasi Kajian Fiskal Regional Tahun 2020 Kanwil DJPB Kalbar, yang turut dihadiri Regional Economist Eddy Suratman, Kepala Kanwil DJPb Edih Mulyadi beserta perangkat daerah Kalbar terkait.
Kegiatan ini untuk mencapai tujuan dalam rangka meningkatnya perekonomian masyarakat yang merata ditandai dengan indikator pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran terbuka, angka kemiskinan maka tepatlah kegiatan yang digawangi Kanwil DJPb Kalbar sebagai guidance.
Dalam sambutannya, Sekda Kalbar mengapresiasi terselesaikannya penyusunan Kajian Fiskal Regional Tahun 2020 yang berisi analisis kebijakan fiskal.
“Terselesainya penyusunan kajian ini membawa manfaat bagi para pengambil kebijakan di Kalbar, kegiatan ini juga penting dan strategis bagi pembangunan ekonomi Kalbar,” ucap AL Leysandri di Aula Kanwil DJPb Kalbar, Jum’at (9/4/2021).
Dia menambahkan dalam kajian ini Pemerintah Provinsi Kalbar maupun Pemerintah Kabupaten/Kota mempunyai kepentingan besar, apalagi dimasa pandemi seperti sekarang ini.
“Tidak hanya Pemprov, Kabupaten/Kota juga karena ini sudah terukur apalagi APBD dimasa pandemi banyak refochusing, tentunya kita harus mampu bagaimana mengatasi keadaan seperti ini,” ungkapnya.
Program pemulihan ekonomi Kalbar digunakan untuk mendukung pemberdayaan UMKM 7,2% (belanja barang jasa), Subsidi Pertanian 76,19% (belanja pegawai dan belanja barang jasa) serta Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja 16,59% (belanja barang jasa).
“Subsidi pertanian menjadi penting bagi Kalbar karena sektor unggulan yang memiliki rata-rata kontribusi signifikan pada PDRB Kalbar selama 6 tahun terakhir, serta ada sektor kehutanan dan perikanan,” tutup Sekda Kalbar.













