FKUB Singkawang Rapat Koordinasi Tokoh Masyarakat Tionghoa

  • Bagikan

Suaraindo.id— Guna penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Singkawang mengelar rapat koordinasi bersama tokoh masyarakat Tionghoa dan Tokoh Agama Kota Singkawang di restoran Taman Sari jalan Yohana Godang, Kelurahan Pasiran Kecamatan Singkawang Barat Kalimantan Barat, pada Rabu (10/3/2021).

Rapat yang digelar oleh FKUB Kota Singkawang dipimpin serta dibuka secara resmi oleh Kemenag Kota Singkawang H. Azhari, S.Ag. M.Si selaku Kasubag Tata Usaha, tentang pemantapan 5M Prokes Covid-19 pada ritual ziarah kubur / Cheng Beng khususnya bagi masyarakat etnis Tionghoa di Kota Singkawang beberapa hari lagi.

Baharuddin selaku panitia penyelenggara serta Ketua FKUB Kota Singkawang mengatakan, dalam agenda utama pada hari mengenai ritual ziarah kubur / Cheng Beng bersama tokoh Agama dan Tokoh masyarakat Tionghoa dalam kegiatan ziarah kubur untuk selalu menetapkan Prokes Covid-19 pada ritual ziarah kubur tersebut. Serta Kota Singkawang yang dijuluki sebagai Kota Tertoleransi Nasional menurun di peringkat kedua.

“FKUB kota Singkawang melakukan rapat koordinasi bersama tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Tionghoa untuk penerapan 5M Prokes dalam acara ziarah kubur untuk masyarakat Tionghoa yang ada di Kota Singkawang,” paparnya.

Alhamdulillah, lanjutnya, “Kota Singkawang sebagai Kota Tertoleransi menurun di peringkat kedua, kami FKUB Kota Singkawang bersama tokoh Agama dan masyarakat Singkawang akan terus berupaya untuk menjadikan Kota Singkawang di peringkat pertama.” Katanya.

Terkait pengawasan maupun pengamanan untuk dilapangan, FKUB Kota Singkawang bersama instansi serta tokoh agama, tokoh masyarakat akan melakukan dialog serta sosialisasi kepada masyarakat Singkawang dalam ritual ziarah kubur.

“Akan melakukan dialog serta sosialisasi bersama instansi yang hadir pada hari ini, untuk menghimbau penerapan Prokes Covid-19, sisa api setelah membakar ritual ziarah kubur tersebut, dicek kembali, serta jangan memakai perhiasan yang berlebihan, karena akan menimbulkan dampak kriminalitas,” ujarnya.

Masih ditempat yang sama, mewakili jajaran Polres Singkawang Kompol Purwanto Bid Penerangan Polres Singkawang menghadiri rapat koordinasi menyambut hari kegiatan ritual ziarah kubur menjadwalkan ritual, petugas pengurus yayasan permakaman untuk selalu stanby di setiap yayasan permakaman untuk meninjau tempat pemakaman tersebut agar aman dari kebakaran.

“Ya, rapat koordinasi bersama tokoh-tokoh Agama dan Masyarakat Tionghoa dalam menaati Prokes 5M di kegiatan jadwal ziarah kubur yang pertama ziarah kubur pada pagi, siang dan sore, kedua adalah petugas yang disiagakan pengurus yayasan permakaman harus selalu untuk meninjau kembali setelah para ziarah memastikan bahwa tidak ada api. Ketiga pastikan sisa-sisa sampah dan api, agar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan, serta pemasangan spanduk,”ujar Kompol Purwanto ke wartawan suaraindo.id

Ia menjelaskan, jika dalam kegiatan ziarah kubur tersebut masyarakat tidak menaati Prokes Covid-19, petugas yang berada di tempat serta pengurus yayasan agar memberi tindakan.

“Kalau memang masyarakat ada yang tidak menaati peraturan, maka kita akan beri tindakan baik seperti teguran, tertulis, dan kerja sosial, dan berharap masyarakat jangan sampai melanggar peraturan pemerintah setempat,” pungkasnya.

Dalam rapat koordinasi FKUB Kota Singkawang dihadiri atau yang mewakili Kemenag H. Azhari, Kasubag Tata Usaha, Warsito,S.Ag Kemenag Bimas Buddha Kota Singkawang, Ketua FKUB Kota Singkawang Baharuddin, Budiman Ketua Makin Kota Singkawang, Bong Wui Khong Ketua Tri Dharma Kota Singkawang, Malika Ketua APKKS, Ketua Yayasan Yapsing, tokoh Agama, tokoh masyarakat serta tamu penting lainnya.

  • Bagikan