Bangun Kopi Temani Pernikahan Lintas Budaya Nurkholis dan Adjie di Kisaran Timur

  • Bagikan
Pernikahan Nurkholis dan Adjie didukung oleh kedai bangun kopi

Suaraindo.id – Suasana penuh kehangatan dan keberagaman budaya mewarnai pernikahan Nurkholis, S.M dengan Adjie Permadi yang digelar di salah satu gedung di Umbut-Umbut, Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Sabtu 06/06/2026.

Pernikahan yang berlangsung meriah ini menjadi potret harmoni lintas budaya. Prosesi adat Batak, Jawa, dan Minang dipadukan dalam satu rangkaian acara, mencerminkan kekayaan tradisi yang hidup berdampingan di tengah masyarakat Asahan.

Nurkholis mengaku bersyukur prosesi sakralnya berjalan lancar dan mendapat dukungan penuh dari keluarga serta tamu undangan.

“Hari ini adalah hari terindah dalam hidup saya. Saya dan Adjie ingin pernikahan ini tidak hanya menjadi ikatan kami berdua, tapi juga menjadi simbol bahwa perbedaan budaya bisa bersatu dalam cinta dan kebersamaan,” ujarnya.

Senada, Adjie Permadi menyampaikan rasa haru atas dukungan yang diberikan semua pihak. Ia berharap pernikahan ini menjadi awal dari keluarga yang saling menghargai dan tumbuh bersama.

“Kami membawa latar belakang budaya yang berbeda, tapi justru di situlah keindahannya. Semoga pernikahan ini membawa keberkahan dan menjadi inspirasi bahwa perbedaan adalah kekuatan,” kata Adjie.

Kemeriahan acara semakin lengkap dengan kehadiran Kedai Bangun Kopi yang menyediakan berbagai sajian kopi untuk para keluarga dan tamu undangan. Kehadiran kedai kopi lokal ini menambah nuansa hangat dan kekinian pada acara adat yang sakral.

Owner Bangun Kopi, Riki Ersada Bangun, mengatakan pihaknya merasa terhormat bisa menjadi bagian dari momen penting tersebut.

“Pernikahan adalah perayaan cinta dan kebersamaan. Kami di Bangun Kopi ingin setiap tamu merasa disambut dengan hangat, salah satunya lewat secangkir kopi. Semoga pasangan Nurkholis dan Adjie langgeng, dan ke depan kami bisa terus mendukung acara-acara positif masyarakat Asahan,” ujar Riki.

Sepanjang acara, tamu undangan disuguhi rangkaian prosesi adat dari tiga budaya. Mulai dari adat Batak dengan ulos dan tortor, adat Jawa dengan siraman dan panggih, hingga adat Minang dengan tari pasambahan. Kolaborasi ini menjadi daya tarik tersendiri dan mendapat apresiasi dari para tamu.

Pernikahan Nurkholis dan Adjie tidak hanya menjadi perayaan cinta dua insan, tetapi juga menjadi bukti bahwa keberagaman budaya di Asahan tetap hidup, dijaga, dan dirayakan bersama.

 

  • Bagikan