Menu Ayam MBG di Posyandu Cemara Dikeluhkan Warga, Puskesmas Gandus Bakal Lakukan Pemeriksaan

  • Bagikan
Menu MBG yang diduga tak layak dikonsumsi (BD/SuaraIndo.Id)

SuaraIndo.Id – Sejumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Posyandu Cemara, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, mengeluhkan menu ayam goreng tepung yang dibagikan pada Sabtu (30/5/2026).

Keluhan muncul setelah warga mendapati aroma tidak sedap pada sebagian makanan yang diterima.

Warga menilai program MBG yang bertujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, seharusnya memastikan standar keamanan dan kualitas makanan tetap terjaga.

Salah seorang penerima manfaat yang enggan disebutkan namanya mengaku mencium bau tidak sedap dari menu ayam goreng yang diterimanya.

“Kami khawatir untuk mengonsumsi makanan tersebut karena baunya tidak sedap. Padahal ini untuk anak-anak dan ibu-ibu,” ujarnya.

Ketua Posyandu Cemara 36 Ilir, Lisna Susanti, membenarkan adanya laporan dari warga terkait menu ayam goreng yang dikeluhkan berbau tidak sedap.

“Ya, benar. Kami menerima laporan dari warga terkait menu ayam goreng yang dikeluhkan berbau tidak sedap,” katanya.

Hal senada disampaikan Lurah 36 Ilir, MGS A. Bar. Ia mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan berkoordinasi bersama instansi terkait.

“Laporan tersebut akan kami tindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama pihak terkait,” ujarnya.

Keluhan warga ini juga mendapat perhatian dari Ikatan Solidaritas Warga Gandus (IKSOWDUS).

Ketua IKSOWDUS, Julianto, mengatakan pihaknya menerima laporan adanya sekitar 14 penerima manfaat yang mendapatkan menu ayam goreng tepung yang dikeluhkan berbau tidak sedap.

Menurutnya, laporan serupa bukan kali pertama terjadi sehingga diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di lapangan.

Ia menilai evaluasi penting dilakukan mulai dari proses pengadaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

“Program MBG merupakan program yang sangat baik dan harus didukung bersama. Namun kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat juga harus menjadi perhatian utama agar tujuan program dapat tercapai,” kata Julianto.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Gandus, drg. Sari Monawaty, mengatakan pihaknya akan melakukan penelusuran langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

“Terima kasih atas informasinya, kami akan melakukan kroscek ke lapangan dan menindaklanjuti laporan ini,” ujarnya.

Dari pihak penyedia, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karang Anyar 3 memberikan klarifikasi. Asisten Lapangan SPPG Karang Anyar 3, Dikky, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan setelah menerima laporan dari masyarakat.

Menurutnya, temuan hanya terjadi pada sebagian kecil paket makanan di Posyandu Cemara dari total 193 penerima manfaat, dengan laporan sekitar tiga paket.

Ia juga menjelaskan bahwa distribusi makanan dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB, sementara laporan diterima sekitar pukul 12.00 WIB.

Berdasarkan SOP yang berlaku, makanan seharusnya segera dikonsumsi setelah diterima untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan.

“Dalam SOP kami, makanan harus segera dikonsumsi setelah diterima. Dari hasil pengecekan, kemungkinan ada jeda waktu konsumsi setelah makanan dibagikan,” jelasnya.

Meski demikian, pihak SPPG Karang Anyar 3 menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan memastikan akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program di lapangan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab pasti keluhan tersebut.

Masyarakat berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat terus dievaluasi agar benar-benar memberikan manfaat sesuai tujuan pemerintah. (BD)

  • Bagikan