WNA Malaysia Jatuh di Pelawangan Rinjani, Evakuasi Helikopter Tertunda Kabut Tebal

  • Bagikan

SUARAINDO.ID —– Seorang warga negara asing (WNA) asal Malaysia mengalami kecelakaan saat mendaki di Pelawangam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, dan diduga mengalami cedera tulang belakang, saat mendaki melalui Sembalun, senin 25 Mei 2025.

Proses evakuasi menggunakan helikopter pada Jumat sore tertunda, akibat kabut tebal dan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.

‎Direktur Operasional Nusa Medika Klinik Grup, dr. Rosalia Puspita Jaya, mengatakan pihaknya menerima notifikasi dari Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) terkait seorang pendaki perempuan asal Malaysia yang terjatuh di kawasan Pelawangan.

‎“Korban dicurigai mengalami spinal injury atau cedera tulang belakang. Saat ditemukan, posisi korban terlentang miring,” ujarnya, saat ditemui di selong, senin 25 Mei 2026.

‎Mendapat laporan tersebut, tim Nusa Medika langsung mengaktifkan helikopter penyelamatan untuk proses evakuasi.

Menurut Rosalia, korban diketahui memiliki asuransi premium sehingga proses aktivasi evakuasi udara dapat dilakukan dengan cepat.

‎“Kurang dari 30 menit, sekitar 20 menit, helikopter sudah diberangkatkan,” katanya.

‎Helikopter yang diberangkatkan dari Bali tersebut membawa tim medis lengkap, terdiri dari dokter dan perawat yang bekerja sama dengan pihak SJI Air Bali.

Namun sesampainya di lokasi, proses evakuasi tidak dapat dilakukan karena cuaca buruk.

‎“Helikopter sebenarnya sudah sampai di lokasi, tetapi kabut sangat tebal dan matahari sudah mulai terbenam sehingga menyulitkan proses evakuasi,” jelasnya.

‎Akibat kondisi tersebut, helikopter akhirnya kembali ke Bali. Sementara itu, korban diputuskan tetap berada di lokasi untuk menghindari risiko cedera yang lebih parah, namun tetap didampingi tim medis.

‎Rosalia menjelaskan keputusan tersebut, diambil berdasarkan hasil asesmen tim medis Nusa Medika bersama dokter dari negara asal korban.

Pasien tidak dipindahkan karena dikhawatirkan pergerakan yang salah dapat memperburuk cedera tulang belakang yang dialami.

‎“Pasien diputuskan bermalam di Pelawangan di dalam tenda. Tim medis dari MHC, Nusa Medika, dan Basarnas saat ini mendampingi korban di lokasi,” ungkapnya.

‎Rosalia menambahkan, proses evakuasi udara akan kembali diupayakan pada Selasa pagi dengan harapan cuaca lebih mendukung. Jika berhasil dievakuasi menggunakan helikopter, pasien akan langsung dibawa ke Rumah Sakit InMedica Bali sesuai jaminan asuransinya.

‎Namun apabila cuaca kembali tidak memungkinkan, evakuasi manual melalui jalur darat akan menjadi pilihan terakhir. Ambulans disiapkan di Pos II untuk mendukung proses tersebut.

‎“Cedera spinal memiliki golden time sehingga penanganannya tidak boleh terlalu lama. Saat ini kami menilai kondisi pasien masih dalam batas aman,” katanya.

‎Terkait kronologi kejadian, Rosalia mengaku belum memperoleh informasi detail mengenai penyebab korban terjatuh maupun jalur pendakian yang digunakan.

Informasi tersebut masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pihak TNGR dan Basarnas yang berada di lokasi.

Penulis: nanangEditor: Redaksi
  • Bagikan