Suaraindo.id – Keheningan malam di Jalan Semanggi, masuk dari arah Cakrawala Umbut-Umbut, Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, mendadak berubah mencekam. Sebuah perumahan yang sudah lama terbengkalai menjadi pusat keresahan warga setelah sejumlah pengendara mengaku diteror “sesuatu” saat melintas, terutama menjelang tengah malam.
Perumahan kosong yang berdiri tanpa penghuni itu kini lebih dikenal warga sebagai “perumahan mati”. Bukan karena tak berpenghuni saja, tapi karena deretan kejadian aneh yang dialami warga yang melintas seorang diri.
Salah satu korban adalah Aloy, koki Warkop Kedai Bangun Kopi, yang akrab disapa warga. Sekitar pukul 02.00 WIB, Rabu, 20 Mei 2026, ia melintas seorang diri saat selesai mengantarkan temannya.
“Saya dengar suara desus-desus dari dalam rumah kosong itu. Tiba-tiba kaget, langsung jatuh dari motor,” ujar Aloy saat ditemui awak media, Jum’at 22/05/2026 siang hari
Akibat kejadian itu, Aloy mengalami luka ringan. Body sepeda motornya juga lecet di beberapa bagian. Ia mengaku tak yakin apa yang ia dengar itu ulah manusia atau makhluk lain. “Hantu atau orang sengaja nakut-nakutin, saya nggak tahu. Tapi itu beneran bikin kaget,” katanya.
Cerita serupa juga dialami Ichane, warga Jalan Melur Lingkungan 3. Ia mengaku pernah merasakan hal yang sama saat melintas di lokasi itu pada malam hari.
Tak berhenti di situ, Hapis, warga Umbut-Umbut, mengaku mendapat perlakuan lebih aneh. “Tiba-tiba seperti disiram pasir dari arah dalam perumahan itu,” ungkapnya singkat.
Ketiga kesaksian itu membuat warga sekitar mulai menghindari jalur tersebut jika melintas seorang diri setelah pukul 12 malam.
Hingga kini belum ada penjelasan pasti. Warga terbelah menjadi dua versi: ada yang meyakini tempat itu angker karena sudah lama kosong dan tak terawat, ada pula yang curiga ada orang iseng yang sengaja bersembunyi untuk menakut-nakuti pengendara.
“Kalau memang ada orang yang sengaja, ini sudah masuk ranah pidana. Karena sudah membuat orang celaka,” ujar salah satu warga yang enggan disebut nama.
Perumahan terbengkalai itu memang berada di lokasi sepi dan minim penerangan. Kondisi rumah yang rusak dan semak belukar yang tinggi membuat siapa saja bisa bersembunyi di dalamnya tanpa mudah terlihat.
Resah dengan kejadian berulang, warga berharap pihak kepolisian dan aparat kelurahan segera melakukan patroli rutin di area tersebut. Mereka juga meminta pemilik perumahan segera mengamankan lahan agar tidak menjadi sarang kejahatan atau tempat yang memicu keresahan.
Berita ini disusun berdasarkan keterangan tiga narasumber warga. Karena belum ada konfirmasi resmi dari kepolisian, istilah “diduga” dan “pengakuan warga” digunakan untuk menjaga asas praduga tak bersalah.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polsek Kota Kisaran. Pihak berwajib diharapkan segera turun tangan menyelidiki, apakah di balik suara desus itu benar ada “penunggu” atau hanya ulah tangan jahil yang membahayakan.













