Di Awal Periode Kepemimpinan Ke 2 Hj.Meilinda Gaspol Prestasi

  • Bagikan
Oplus_131072

Suaraindo.id — Hari ulang tahun Ketua Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Sumatera Selatan, Hj. Meilinda, S.Sos., M.M., berubah menjadi momentum penuh kebanggaan. Kontingen Taekwondo Sumsel sukses merebut gelar Juara Umum I kategori prestasi pada ajang Gubernur Lampung Cup II Taekwondo Championship 2026 yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung.

Prestasi itu menjadi sorotan dalam kejuaraan yang diikuti sekitar 1.800 atlet dari berbagai daerah di Indonesia. Sumsel tampil dominan dengan mengoleksi total 23 medali, terdiri dari 18 emas, 3 perak, dan 2 perunggu.

Tak hanya itu, pelatih Sumsel Dwi Andriyan Fathorozi juga dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik, sementara atlet andalan Sumsel Varas Indah Sari meraih predikat Atlet Terbaik Senior Putri.

Kejuaraan bertema “Prestasi Bersatu di Bumi Ruwa Jurai” tersebut berlangsung pada 15–17 Mei 2026 dan menghadirkan persaingan ketat dari berbagai provinsi seperti Lampung, Jambi, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Timur hingga Sumatera Selatan.

Namun di tengah kerasnya kompetisi, Sumsel justru tampil paling konsisten. Dominasi itu disebut tidak lahir secara instan, melainkan hasil pembinaan panjang yang terus diperkuat Pengprov TI Sumsel dalam beberapa tahun terakhir.

Hj. Meilinda mengaku terharu atas capaian anak-anak didiknya yang memberikan “hadiah spesial” di hari ulang tahunnya.

“Ini hadiah yang sangat emosional bagi saya. Bukan soal ulang tahunnya, tetapi karena saya melihat sendiri perjuangan atlet-atlet Sumsel yang bertanding dengan hati, disiplin, dan mental juara. Mereka membuktikan bahwa Sumsel mampu berdiri sejajar dengan daerah-daerah besar lainnya,” ujar Meilinda saat di hubungi melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp, Minggu (17/5/2025)

Menurutnya, kemenangan tersebut menjadi pesan bahwa pembinaan olahraga tidak boleh dilakukan setengah hati. Ia menegaskan prestasi besar hanya lahir dari kerja keras, konsistensi, dan keberanian membangun atlet sejak usia dini.

“Kami tidak ingin hanya ramai saat kejuaraan. Yang kami bangun adalah sistem pembinaan jangka panjang. Atlet-atlet ini adalah masa depan Sumsel dan masa depan Indonesia. Saya bangga karena mereka bertanding bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi membawa harga diri daerah,” tegasnya.

Meilinda juga memberi apresiasi kepada seluruh pelatih, official, dan orang tua atlet yang dinilai menjadi bagian penting dari keberhasilan Sumsel meraih gelar juara umum.

Sementara itu, suasana GSG Universitas Lampung selama kejuaraan berlangsung dipenuhi antusiasme ribuan atlet dan pendukung. Opening ceremony turut dihadiri Kepala Biro Organisasi Provinsi Lampung Drs. Hery Sadli, M.H. mewakili Gubernur Lampung, Ketua Pengprov TI Lampung Ir. M. Ali Hanafiah, S.T., M.M., Ketua Umum KONI Provinsi Lampung Ir. Taufik Hidayat, M.M., unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya.

Adapun 18 medali emas Sumsel dipersembahkan oleh Ridho Ahmad Maulana Raditya, Varas Indah Sari, Muhammad Arya Raditya, Rizky Oktavian Ramadhan, Zahitd Ramadhan, Aru Qaikal, Zahratul Jannah, Ikram Zaky, Aulia Ayuri Fenandar, Christian Lie, Abdul Zaky Arsavin, Raffie Raditya, Bilqish Aimar, Tjhia Annur Attafirzah, Muhammad Hauzan Irhab Nabil, Muhammad Rifqi Ramonsyah, Minami Sachi Malayeka, dan Akio Zein Aqmar.

Tiga medali perak diraih Achmad Aidil Nouval Anugrah, Rico Saputra, dan Laras Marsyahira. Sedangkan dua medali perunggu disumbangkan Hasnah Khansa Faiha serta Shireen Angraina.

Bagi kontingen Sumsel, trofi juara umum di Lampung kali ini bukan sekadar kemenangan turnamen. Di balik gemerlap medali, ada pesan kuat tentang lahirnya generasi baru taekwondo Sumatera Selatan yang mulai diperhitungkan di level nasional. (WNA)

  • Bagikan