SUARAINDO.ID —— Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan nasional harus dimulai dari penguatan kualitas guru, karakter siswa, serta dukungan sarana prasarana yang memadai.
Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan di hadapan para guru dan kepala sekolah di SMKN 1 Sikur Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Menurut Mendikdasmen, pembangunan pendidikan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan pendidikan untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, cerdas, terampil, mandiri, berakhlak mulia, dan berkomitmen terhadap kemajuan bangsa.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan pemerintah adalah peningkatan kualifikasi akademik guru.
Pada 2025, pemerintah mengalokasikan beasiswa bagi 12.500 guru yang belum memiliki kualifikasi D4 atau S1, masing-masing sebesar Rp3 juta per semester.
Program ini diperluas pada 2026 dengan target 150.000 guru di semua jenjang pendidikan melalui skema yang sama serta sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Guru yang telah memenuhi kualifikasi S1 atau D4 dapat mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan berpeluang memperoleh tunjangan sertifikasi.
”Guru adalah kunci keberhasilan pendidikan, dan tidak bisa digantikan oleh teknologi,” ujarnya, minggu 17 Mei 2026.
Selain peningkatan kualifikasi dan kesejahteraan guru, kementerian juga memperkuat pendidikan karakter melalui program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
Kebijakan “Pagi Ceria” juga diterapkan sebelum kegiatan belajar mengajar, yang diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, senam Anak Indonesia Hebat, dan doa bersama.
Di bidang pembelajaran, kementerian mendorong penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) dan penguatan literasi digital melalui pelatihan kecerdasan artifisial (AI) dan coding bagi guru.
Mata pelajaran coding dan AI saat ini menjadi pilihan di sekolah yang siap, dan ke depan direncanakan menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 5 SD, serta kelas 7 SMP dan SMA.
Mendikdasmen juga menyinggung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang mulai diterapkan sejak 2025 untuk tingkat SLTA, dan 2026 diperluas ke jenjang SMP dan SD.
”TKA bukan penentu kelulusan, melainkan menjadi salah satu indikator untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi,” ujarnya.
Tingkat partisipasi nasional TKA mencapai lebih dari 98 persen. Bahkan, hasil TKA sudah digunakan sebagai salah satu syarat masuk perguruan tinggi, termasuk oleh salah satu perguruan tinggi di Belanda.
Tahun 2027, Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD. Untuk itu, pemerintah saat ini tengah melatih guru-guru SD agar siap mengajar Bahasa Inggris.
Mendikdasmen menekankan pentingnya tiga hal utama dalam memajukan pendidikan, yakni mindset untuk maju, mental yang kuat, dan misi yang tulus.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTB atas dukungan terhadap program pendidikan, serta berharap lahir generasi hebat dari NTB seperti Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, yang dinilainya sebagai sosok inspiratif.
Mendikdasmen Tekankan Peningkatan Kualifikasi Guru dan Penguatan Karakter Siswa













