Polisi Texas akan Geledah Tesla untuk Cari Data Kecelakaan Mobil Swakemudi

  • Bagikan
CEO Tesla Inc Elon Musk menari di atas panggung saat acara pengiriman mobil Model 3 buatan Tesla China di Shanghai, China, 7 Januari 2020. (Foto: REUTERS/Aly Song)

Suaraindo.id—Seorang polisi Texas, Senin (19/4), mengatakan kepada Reuters pihaknya akan menjalankan surat perintah penggeledahan Tesla Inc pada Selasa (20/4) terkait dengan kecelakaan fatal yang dialami mobil buatan Tesla. Penggeledahan itu dilakukan untuk mengamankan data kendaraan nahas iyu setelah CEO Elon Musk mengatakan berdasarkan pemeriksaan perusahaan menunjukkan sistem bantuan swakemudi mobil tidak digunakan.

Mark Herman, kepolisian daerah Harris County 4, mengatakan bukti termasuk pernyataan saksi yang jelas menunjukkan tidak ada seorang pun di kursi pengemudi mobil swakemudi Model S ketika kendaraan itu menabrak pohon. Kecelakaan tersebut menewaskan dua orang pada Sabtu (17/4) malam.

Herman mengatakan cuitan Musk pada Senin (19/4) sore yang mengatakan bahwa log data yang diambil oleh perusahaan sejauh ini mengesampingkan penggunaan sistem swakemudi adalah komentar pertama yang didengar polisi dari perusahaan.

“Kalau dia mencuit itu, jiks ia sudah mendapatkan datanya, dia belum memberi tahu kami,” kata Herman kepada Reuters. “Kami akan sangat menantikan data itu.”

Kecelakaan itu merupakan kecelakaan Telsa ke-28 yang akan diselidiki oleh Badan Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (Highway Traffic Safety Administration/NHTSA), yang mengatur keselamatan kendaraan.

Hal tersebut juga sedang diselidiki oleh Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB), yang mencabut Tesla sebagai pihak dalam penyelidikan sebelumnya atas kecelakaan fatal pada 2018 setelah perusahaan membeberkan perincian penyelidikan kepada publik, tanpa izin.

Dalam kecelakaan pada Sabtu (17/4), kata Herman, Tesla Model S 2019 sedang melaju dengan kecepatan tinggi di dekat Houston ketika gagal melewati tikungan dan keluar dari jalan raya, menabrak pohon dan terbakar.

Pihak berwenang menemukan mayat dua pria di dalam mobil, satu di kursi penumpang depan dan pemilik mobil di kursi belakang.

“Kami mendapat keterangan saksi dari orang-orang yang mengatakan mereka pergi untuk test drive tanpa sopir dan untuk menunjukkan kepada teman tersebut bagaimana mobil itu bisa berjalan sendiri,” kata Herman.

Swakemudi Tesla adalah sistem bantuan pengemudi yang menangani beberapa tugas mengemudi dan memungkinkan pengemudi untuk melepaskan tangan mereka dari kemudi pada waktu tertentu. Namun, Tesla mengatakan fitur-fiturnya “memerlukan pengawasan pengemudi aktif dan tidak membuat kendaraan otonom.”

Dalam cuitannya, Musk menolak gagasan bahwa perangkat lunak penggerak semi-otomatis kendaraan yang menjadi penyebabnya: “Data log yang ditemukan sejauh ini menunjukkan Autopilot tidak diaktifkan & mobil ini tidak membeli FSD.” FSD mengacu pada Full Self-Driving (swakemudi penuh), yaitu sistem bantuan mengemudi semi-otomatis beta yang masih membutuhkan pengawasan pengemudi.

Musk menambahkan bahwa “Swakemudi standar akan membutuhkan garis jalur untuk menyala, yang tidak dimiliki jalan ini,” mengacu pada penanda jalan yang perlu ditangkap oleh kamera kendaraan untuk mengaktifkan swakemudi.

Tesla memiliki akses ke data operasional dan diagnostik yang dikirimkan ke servernya secara “berkala” dari mobil, yang telah disita oleh polisi. Tidak jelas apakah penyelidik akan dapat mengambil data langsung dari perekam data kejadian di kendaraan yang terbakar parah.Hanya beberapa jam sebelum kecelakaan, Musk telah mencuit: “Tesla dengan swakemudi saat ini mendekati 10 kali lebih rendah terhadap kemungkinan kecelakaan daripada kendaraan biasa.” [ah/au/ft]

  • Bagikan