Kejari Lombok Timur Bidik Dugaan Kredit Fiktif Dimasa Pandemi

  • Bagikan

Suaraindo.id— Kejaksaan Negeri Kelas IIB Lombok Timur, bidik dugaan kredit fiktif dimasa Pandemi, yang melibatkan oknum salah satu Dinas dan Oknum pegawai salah satu perbankan di Lombok Timur.

Dari hasil Penyeleidikan, Kejari menemukan adanya indikasi kerugian Negara hingga Rp1 miliar. Atas dasar temuan tersebut, Kejari Lombok Timur menaikan status dari Penyeledikan menjadi Penyedikan.

Kepala Kejaksaan Negeri Kelas IIB Lombok Timur Irwan Setiawan  mengatakan penyalahgunaan pemberian kredit salah satu Perbankan di Lombok Timur tahun 2020. Setelah diadakan penyelidikan kasus tersebut dinaikan menjadi penyedikan.

Temuan tersebut segera akan ditundaklanjuti, dengan melakukan pemanggilan sejumlah saksi. Baik dari pihak Dinas maupun dari pihak Perbankan. Selain saksi, Kejari Lombok Timur juga akan melakukan pemanggilan terhadap calon tersangka.

Untuk memastikan jumlah ril kerugian Negara, Kejari Lombok Timur menggandeng atau meminta bantuan kepada team ahli kerugian Negara untuk melengkapi berkas.

Sementara yang berkaitan dengan oknum yang diduga terlibat dalam kasus kredit fiktif ini, pihak Kejari masih enggan menginformasikan karena masih tahapan Penyedikan. “Itu masih ranah penyedikan, ini masih penyidikan umum,” kata Kajari Kepada wartawan.

Inisial para pelaku yang terlibat, masih dalam proses sehingga tidak bisa di publish. Namun yang pasti ada pihak yang bertanggungjawab dalam kasus dugaan kredit fiktif tersebut.

Sejak dilakukan Penyelidikan, Kejari sudah memiliki dua alat bukti, terkait melawan hukum yang menimbulkan kerugian Negara. Dalam hal ini melibatkan salah satu Perbankan di Lombok Timur.

Dua alat yang yang didapat yakni, dokumen dan berkas para pihak terkait yang diduga terlibat. Pihak terkait ini dari unsur Dinas dan Perbankan.

Dalam penyelidikan, sebelum naik menjadi penyedikan, Kejari Lombok Timur sudah memanggil sebanyak 30 orang, untuk dimintai keterangan. “Mereka datang bukan sebagai saksi, namun hanya dimintai keterangan, ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Kejari Lombok Timur berkomitmen untuk menyelamatkan uang Negara.

“Kami tidak peduli, bank manapun yang terlibat. Sepanjang ada data dan uang Negara di salahgunakan, kita akan proses,” katanya.

Penulis: NanangEditor: Redaksi
  • Bagikan