Korban Ambruknya Menara di Iran Bertambah, Sedikitnya 38 Orang Meninggal

  • Bagikan
Para petugas penyelamat tampak bekerja di lokasi reruntuhan sebuah gedung di Abadan, Iran, pada 23 Mei 2022. (Foto: WANA via Reuters)

Suaraindo.id–Stasiun televisi pemerintah Iran mengatakan korban jiwa dalam musibah ambruknya sebuah menara di wilayah barat daya Iran telah meningkat menjadi sedikitnya 38 orang.

Laporan pada Minggu (5/6) mengatakan para pekerja darurat menarik sejumlah mayat dari puing-puing bangunan, di tengah kekhawatiran masih banyak korban yang terjebak.

Tidak jelas berapa banyak lagi korban yang belum ditemukan dalam ambruknya menara yang masih dalam proses konstruksi tersebut. Menera itu terletak di Gedung Metropol di wilayah Abadan dan ambruk sekitar dua minggu yang lalu. Tim SAR hingga saat ini masih melakukan pencarian, sementara para keluarga korban masih menunggu kabar tentang nasib orang-orang yang mereka cintai.

Kegagalan struktur bangunan di provinsi Khuzestan itu telah menarik perhatian publik pada memburuknya praktik korupsi, dan memicu tuduhan bahwa pemerintah telah lalai dan terlibat korupsi.

Pihak berwenang telah menangkap 13 orang sebagai bagian dari penyelidikan yang lebih luas, termasuk Wali Kota Abadan, Hossein Hamidpour, yang mengundurkan diri pada Jumat (3/6) lalu.

Berdasarkan beberapa video yang tersebar luas di media sosial dan dianalisa oleh Associated Press, para demonstran berkumpul di lokasi kejadian mengecam keras pejabat-pejabat tinggi Iran dan menuntut akuntabilitas.

Namun liputan peristiwa di Abadan itu sulit dilakukan karena berpotensi ditangkap aparat keamanan. Menurut beberapa pakar, pihak berwenang juga telah mengganggu akses internet dan membatasi kemampuan orang untuk berbagi informasi dan video. [em/pp]

  • Bagikan