Transparansi Dana Rukun Kematian di Candimas Dipertanyakan Warga

  • Bagikan
Ilustrasi

Suaraindo.id—Warga Desa Candimas Kecamatan Abung Selatan kabupaten Lampung Utara (Lampura) mempertanyakan transparansi pengelolaan uang kematian yang dikelola oleh kelompok rukun kematian.

Salah satu warga setempat menyebutkan pungutan uang duka atau kematian selalu dipungut oleh Ketua kelompok setiap bulannya selama beberapa tahun terakhir.

“Kalau saya selalu ditagih tiap bulan oleh anggota kelompok rukun kematian dengan besaran Rp. 5.000 untuk uang kematian dan sudah berjalan beberapa tahun bang, namun kejelasan uang itu kami warga tidak tahu,” jelas narasumber yang minta namanya dirahasiakan, Rabu (15/6).

“Sebenarnya sih keberatan dengan iuran bulanan tiap bulan karena pada saat ada warga yang meninggal,contoh anak saya meninggal jangankan nongol bantu aja tidak ada,” ucapnya.

Seharusnya, penarikan uang kematian itu dimintai kalau ada yang meninggal aja,tapi anehnya lingkungan Candimas ini di mintai perbulan dan ketika kami tanya dengan RT peruntukan uang duka yang ditagih tiap bulan malah disuruh ke kantor desa.

“Itu di semua RT harus membayar setiap bulannya, kami mau ada keterbukaan baik dari RT atau pun dari kelompok kematian itu sendiri namun ketika setiap kami tanya, selalu jawab tanya aja langsung sama kepala desa,” tutupnya.

Sementara Kepala Desa Candi Mas, Zaenal saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa dirinya tidak tau yang terjadi di wilayahnya.

“Saya juga baru tau ada iuran 5000 itu,” ujarnya.

Sementara, warga disana sudah mengeluh terkait iuran yang digalak setiap bulannya. Dan sejauh ini tidak ada kejelasan kegunaannya. Hal ini menjadi sebuah pertanyaan bagi warga. Apakah pihak Pemdes tau tapi pura-pura tidak tau?

Penulis: Hsn/FebEditor: Febry
  • Bagikan