FBI Selidiki ‘Kantor Polisi’ China di New York

  • Bagikan
Patung Liberty di New York berhiaskan sinar lampu dalam peringatan 11 September 2021. (ROBERTO SCHMIDT / AFP)

Suaraindo.id – FBI sedang menyelidiki “kantor polisi” tidak sah yang dijalankan China di New York sebagai bagian dari jaringan global pos-pos semacam itu, kata Direktur FBI Christopher Wray, Kamis. Ia bertekad menghentikan aktivitas penegakan hukum China itu di Amerika Serikat.

Berbicara dalam sidang Komisi Keamanan Dalam Negeri Senat, Wray menyatakan FBI “mengetahui keberadaan kantor-kantor ini.” Operasi China itu “melanggar kedaulatan dan menghindari proses standar kerjasama peradilan dan penegakan hukum,” kata Wray. Dilansir dari VOA [Jaringan Suaraindo.id]

Pada September, pemantau Hak Asasi Manusia Safeguard Defenders yang berbasis di Spanyol melaporkan bahwa China telah mendirikan setidaknya 54 “kantor layanan polisi luar negeri” di seluruh dunia, termasuk satu di New York City dan tiga di Toronto. Kelompok itu mengatakan daftarnya didasarkan pada pernyataan resmi tetapi jumlah sebenarnya mungkin lebih tinggi.

Walau bertugas untuk menindak kegiatan ilegal terkait Tionghoa di luar negeri, kantor-kantor polisi itu mewakili “ulangan terbaru dalam represi transnasional [China] yang berkembang, di mana negara itu berusaha mengawasi dan membatasi pendapat politik jauh di luar perbatasannya sendiri,” kata laporan itu.

Kedutaan China di Washington tidak menanggapi permintaan komentar.

Para pejabat China telah berulang kali mengatakan kantor-kantor polisi itu membantu warga China di luar negeri dengan hal-hal rutin seperti memperbarui SIM, fungsi yang biasanya ditangani kedutaan atau konsulat.

Investigasi lebih lanjut

FBI bukan satu-satunya lembaga penegak hukum yang menyelidiki kantor polisi China di luar negeri.

Dalam dua bulan sejak laporan Safeguard Defenders dirilis, setidaknya 14 pemerintah, termasuk Inggris, Kanada dan Jerman, telah membuka penyelidikan atas operasi itu, menurut Safeguard Defenders. [ka/ab]

  • Bagikan