Komunitas Keep Earth Borneo dan Gemawan Gelar Nobar Film Dokumenter “17 Surat Cinta” untuk Tingkatkan Kesadaran Lingkungan

  • Bagikan
Kegiatan nobar 17 Surat Cinta oleh Komunitas Keep Earth Borneo foto : suara kalbar

Suaaraindo.id – Komunitas Keep Earth Borneo bekerja sama dengan Gemawan menyelenggarakan acara nonton bareng (nobar) film dokumenter “17 Surat Cinta” karya Dandhy Laksono di Rumah Gesit Gemawan, Kota Pontianak. Acara yang berlangsung mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB ini dihadiri lebih dari 80 peserta dari berbagai kalangan dengan tiket masuk sukarela.

Film dokumenter ini mengisahkan perjuangan masyarakat sipil dalam menghentikan deforestasi ilegal di Suaka Margasatwa Rawa Singkil, Aceh. Menurut Aldo Risky Pratama, penanggung jawab kegiatan, acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan membuka ruang diskusi terkait isu-isu lingkungan, khususnya hak masyarakat adat.

“Kami mengadakan kegiatan ini untuk memperingati World Wildlife Conservation Day. Harapannya, acara ini dapat menjadi pemicu semangat aksi nyata, terutama di Kalimantan Barat, untuk bersama-sama melindungi lingkungan dan menciptakan ekosistem yang berkelanjutan,” ungkap Aldo.

Diskusi Inspiratif dan Dukungan dari Berbagai Pihak

Acara ini menghadirkan diskusi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari penggiat lingkungan, mahasiswa, akademisi, aktivis, hingga perwakilan instansi pemerintah seperti Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.

RM Wiwied Widodo, Kepala BKSDA Kalimantan Barat, memberikan apresiasi terhadap inisiatif ini, menyebutnya sebagai momentum penting untuk merefleksikan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan.

“Pemerintah harus menjadi representasi masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan. Film ini mengingatkan kita untuk menjadikan isu lingkungan sebagai prioritas utama dalam kebijakan pembangunan,” kata Wiwied.

Ia juga menyoroti antusiasme luar biasa dari generasi muda yang hadir, menggambarkan semangat mereka sebagai harapan besar bagi masa depan lingkungan hidup.

“Semangat anak-anak muda yang hadir luar biasa. Harapan saya, mereka dapat membawa komitmen ini ke bidang pekerjaan dan kehidupan sehari-hari, seperti dokter yang mengadvokasi dampak buruk pembakaran hutan atau pegawai BKSDA yang memprioritaskan laporan masyarakat tentang isu lingkungan,” tambahnya.

Komitmen Bersama untuk Masa Depan Berkelanjutan

Melalui diskusi yang hangat dan penuh semangat, peserta sepakat bahwa isu lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Mereka diajak untuk tidak hanya menyadari dampak kerusakan lingkungan, tetapi juga terlibat dalam aksi nyata seperti restorasi ekosistem, pelestarian keanekaragaman hayati, dan pemberdayaan masyarakat adat.

Acara ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kolaborasi lintas sektor untuk melindungi kekayaan alam Kalimantan Barat dan mendorong kebijakan yang berpihak pada kelestarian lingkungan. “17 Surat Cinta” tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga membangkitkan tekad untuk melindungi Bumi demi generasi mendatang.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Bagikan