Suaraindo.id – Penerima manfaat Kredit Usaha Rakyat (KUR) mengapresiasi langkah nyata Pemerintahan Gubernur Ria Norsan dan Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan dalam mempermudah akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Barat.
Kebijakan ini dinilai membantu pelaku usaha untuk naik kelas dan memperluas pasar melalui kemudahan KUR tanpa agunan.
Salah satu penerima manfaat, Anna Susanti, pelaku UMKM minuman herbal asal Pontianak, mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas KUR tersebut.
“Selama ini kami terkendala modal karena tidak punya jaminan. Dengan KUR ini, saya bisa menambah produksi dan mengembangkan produk baru. Sekarang penjualan saya sudah sampai Bandung dan Jakarta lewat TikTok,” ujar Anna, yang juga aktif di IWAPI Pontianak dan Komunitas Mantap Indonesia.
Sementara itu, Direktur Pemasaran Bank Kalbar, Yuse Chaidi Amzar, mengungkapkan bahwa hingga September 2025, Bank Kalbar telah menyalurkan Rp580 miliar dari total alokasi Rp700 miliar KUR kepada pelaku UMKM di Kalbar.
“Kami berkomitmen tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga melakukan pendampingan agar pelaku UMKM mampu mengelola usahanya secara berkelanjutan. KUR ini bukan sekadar bantuan modal, tapi langkah membangun kemandirian ekonomi masyarakat,” ungkap Yuse.
Melalui sinergi antara Pemprov Kalbar, Bank Kalbar, dan pelaku UMKM, diharapkan program KUR terus menjadi katalis untuk meningkatkan daya saing, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi daerah menuju Kalbar yang maju, mandiri, dan sejahtera.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS













