Suaraindo.id – Perum Bulog Cabang Singkawang memastikan ketersediaan stok beras dan minyak goreng di wilayah kerjanya yang meliputi Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, dan Kabupaten Bengkayang dalam kondisi aman hingga Maret 2026.
“Masyarakat tidak perlu khawatir, karena stok di gudang Bulog menjadi penopang utama ketahanan pangan masyarakat menjelang akhir tahun dan menghadapi hari raya ke depan,” ujar Pimpinan Cabang Bulog Singkawang, Noldi Ramayadi, di Singkawang, Sabtu (8/11/2025).
Menurutnya, saat ini total stok beras yang tersimpan di Gudang Bulog Kampung Melayu dan Perapakan mencapai sekitar 3.700 ton, ditambah 1.000 ton beras tambahan yang sedang dalam perjalanan dari DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan.
“Dengan jumlah tersebut, ketersediaan stok beras Bulog diperkirakan mencukupi hingga Maret 2026,” jelas Noldi.
Selain menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasar, stok beras tersebut juga digunakan untuk mendukung penyaluran bantuan pangan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di tiga daerah kerja Bulog Cabang Singkawang.
Untuk alokasi bantuan pangan Oktober–November 2025, Bulog menyalurkan bantuan kepada 11.585 KPM di Singkawang, 35.085 KPM di Sambas, dan 19.417 KPM di Bengkayang. Penyaluran dua alokasi dilakukan secara bersamaan, di mana setiap KPM menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng Minyakita.
“Penyaluran dilakukan bertahap langsung ke titik distribusi masing-masing daerah. Kami pastikan stoknya cukup dan aman,” tegas Noldi.
Ia menambahkan, Bulog juga memperkuat koordinasi lintas sektor dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta aparat kecamatan dan desa untuk menjamin kelancaran distribusi dan ketepatan sasaran bantuan.
“Bulog tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi ini penting agar penyaluran berjalan baik dan tepat sasaran,” katanya.
Selain itu, Bulog aktif melakukan operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama Dinas Pangan serta instansi terkait lainnya. Kegiatan tersebut dinilai efektif dalam menekan fluktuasi harga beras dan minyak goreng di pasaran.
“Dengan langkah-langkah ini, kami berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga menjelang perayaan hari besar maupun di tengah dinamika ekonomi nasional,” tutup Noldi Ramayadi.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS













