suaraindo.id — Sekretaris Umum Panitia Natal Nasional 2025, Raymond Simamora, membagikan kisah haru dan penuh perjuangan saat ditemui usai Rapat Panitia Natal Nasional 2025 di Gedung Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Jakarta, Kamis (12/12).
Dalam wawancara tersebut, Raymond menceritakan bagaimana tim panitia menempuh perjalanan lebih dari 17 jam untuk membawa bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di Tapanuli Tengah. Bantuan itu kemudian disalurkan melalui Dandim Sibolga.
Raymond mengungkapkan bahwa perjalanan tersebut jauh dari kata mudah. Selain menghadapi kondisi jalan yang sulit, tim bahkan sempat berada dalam situasi yang mengancam keselamatan.
“Kami hampir dijarah di perjalanan. Tapi dengan pertolongan Tuhan, kami tetap bisa sampai ke Sibolga dengan selamat,” ujarnya.
Sesampainya di lokasi, Raymond menyaksikan sendiri beratnya kondisi para penyintas bencana hingga membuatnya tak mampu menahan air mata.
“Melihat para korban, saya sampai meneteskan air mata. Banyak dari mereka kehilangan rumah dan keluarga. Situasinya benar-benar membuat hati terenyuh,” kata Raymond.
Ia menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan wujud komitmen Panitia Natal Nasional 2025 untuk menghadirkan Natal yang berdampak, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Ini bukan sebuah kebetulan. Ini sudah Tuhan rancangkan melalui Bapak Presiden Prabowo, bahwa perayaan Natal tahun ini harus sederhana namun memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Raymond juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk ikut berkontribusi membantu para korban bencana di berbagai daerah.
“Kami menghimbau pemerintah dan masyarakat untuk bergandengan tangan. Saudara-saudara kita di berbagai wilayah Indonesia sangat membutuhkan uluran tangan kita bersama,” tuturnya.
Pernyataan Raymond ini menjadi penegasan bahwa semangat solidaritas dan kepedulian menjadi nilai utama dalam rangkaian Natal Nasional 2025, bukan hanya sebagai perayaan, tetapi juga sebagai kehadiran nyata bagi mereka yang sedang berduka dan membutuhkan bantuan.













