SuaraIndo.Id – Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumatera Selatan (Sumsel), David Hardianto Aljufri menyoroti polemik pemulangan 15 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Sumsel yang saat ini masih berada di Kamboja. Para pekerja tersebut diketahui berangkat secara ilegal sehingga proses pemulangannya membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak.
Menurut David, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, para PMI tersebut berangkat tanpa melalui prosedur resmi. Karena itu, penanganan kasusnya harus melibatkan aparat kepolisian serta pihak kedutaan besar Indonesia di Kamboja.
“Informasi yang kami terima menunjukkan bahwa mereka berangkat secara ilegal, sehingga proses penanganannya juga harus melalui koordinasi dengan pihak kepolisian dan kedutaan besar,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).
Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, pemerintah daerah telah mengambil sejumlah langkah awal untuk membantu proses pemulangan para pekerja tersebut. Upaya itu dilakukan atas arahan langsung Gubernur Sumatera Selatan dengan menjalin komunikasi intensif bersama perwakilan diplomatik Indonesia di Kamboja.
“Kami sudah menjalin komunikasi dengan pihak kedutaan besar di sana. Sekarang tinggal membahas langkah teknis bagaimana proses pemulangan mereka dapat segera dilakukan,” katanya.
David menambahkan, DPRD Sumsel akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak terkait guna memastikan perkembangan penanganan kasus tersebut. Salah satu agenda yang tengah dibahas adalah percepatan proses pemulangan para PMI agar dapat segera kembali ke tanah air.
Ia berharap proses tersebut dapat berjalan lancar sehingga para pekerja migran asal Sumatera Selatan itu bisa kembali ke Palembang sebelum Hari Raya Idulfitri.
“Harapan kami tentu ada perkembangan yang baik. Kalau memungkinkan, sebelum Lebaran mereka sudah bisa kembali ke Palembang,” tegasnya.
Selain itu, DPRD Sumatera Selatan juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri yang tidak melalui jalur resmi, guna menghindari kasus serupa di masa mendatang.**













