Ritual Bakar Naga Tutup Meriah Cap Go Meh 2026 di Pontianak

  • Bagikan
Ritual Bakar Naga di Taman Pemakaman Yayasan Bhakti Suci, Jalan Adin Sucipto, Sungai Raya, Kubu Raya.SUARAINDO.ID/SK

Suaraindo.id – Ritual bakar naga resmi menjadi penutup rangkaian perayaan Cap Go Meh 2026 Tahun Baru Imlek ke-2577 Kongzili di Pontianak. Sebanyak 40 replika naga yang sebelumnya memeriahkan parade Cap Go Meh menjalani prosesi pembakaran di Taman Pemakaman Yayasan Bhakti Suci, Jalan Adi Sucipto, Sungai Raya, Rabu (4/3/2026).

Prosesi berlangsung khidmat dan sarat makna spiritual. Satu per satu naga yang telah diarak keliling kota dan tampil dalam berbagai atraksi budaya dibakar sebagai simbol berakhirnya tugas mereka dalam membawa keberkahan bagi masyarakat.

Sekretaris Panitia Cap Go Meh 2026 Pontianak, Adi Sucipto, menjelaskan bahwa ritual pembakaran naga merupakan tradisi turun-temurun dalam budaya masyarakat Tionghoa. Menurutnya, sebelum diarak, replika naga terlebih dahulu melalui ritual “buka mata” yang dilakukan oleh suhu atau pemuka spiritual.

“Ini secara keyakinan dan kepercayaan turun-temurun, kenapa dibakar? Karena kita tahu kemarin ada ritual naga buka mata, di mana yang bisa buka mata itu suhu. Suhu sudah mengundang dari atas untuk mengisi replika naga yang akan dimainkan. Setelah selesai tugasnya, setelah memberikan keberkahan, mendatangkan energi positif kepada kita semua mungkin tugasnya sudah selesai, makanya hari ini harus dikembalikan dengan ritual naga dibakar,” ujarnya.

Adi menambahkan, untuk mengakomodasi seluruh kelompok naga yang berpartisipasi, panitia menyiapkan dua lokasi pembakaran, yakni di Sungai Raya dan Siantan.

“Panitia menyiapkan dua tempat, Sungai Raya di sini dan di Siantan. Khusus untuk Sungai Raya sesuai laporan grup naga, sekitar 40 grup naga yang bakar di sini, sisanya di Siantan sesuai dengan tempat yang kita fasilitasi dari panitia,” jelasnya.

Sementara itu, pendiri Naga Yuwen Athletic Association, Jensen Huang, turut memaparkan filosofi di balik ritual tersebut. Ia menyebut pembakaran naga sebagai simbol pengembalian roh yang sebelumnya telah diundang dalam ritual Imlek hari ke-16.

“Pembakaran naga kita mengembalikan roh yang kita undang dari atas pada saat ini di Imlek ke-16. Setelah kita berkeliling kota, membersihkan kota dari hal-hal yang jahat atau tidak baik, jadi kita kembalikan roh ke atas. Apa yang kita undang harus kita kembalikan,” tuturnya.

Ritual bakar naga ini tidak hanya menjadi penanda berakhirnya perayaan Cap Go Meh 2026, tetapi juga menjadi wujud pelestarian tradisi dan nilai spiritual masyarakat Tionghoa di Kota Pontianak yang terus terjaga dari generasi ke generasi.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
  • Bagikan